Inilahkita.com | Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak dini untuk mencegah stunting, Posyandu Melati 1 bekerja sama dengan Kelompok KKM 20 Institut Ummul Quro Al Islami Bogor Desa Tapos 2 mengadakan kegiatan Sosialisasi Aksi Gizi dengan tema “Meningkatkan Gizi Anak Melalui Konsumsi Bayam untuk Pencegahan Stunting Sejak Dini” yang diselenggarakan pada hari Kamis, 21 Agustus 2025 bertempat di Posyandu Melati 1, Desa Tapos 2, Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor
Kegiatan ini mengangkat tema “Kuatkan Gizi Anak melalui Konsumsi Bayam untuk Pencegahan Stunting Sejak Dini”, dengan tujuan memberikan edukasi kepada para ibu balita dan kader posyandu tentang pentingnya konsumsi sayuran bergizi, khususnya bayam, dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak secara optimal.
Penyampaian Materi oleh Bu Febri Safitri, S.Gz. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Bu Febri Safitri, S.Gz., seorang yang aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Dalam pemaparannya, Bu Febri menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan, yang ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar usianya.
“Stunting bukan hanya soal tinggi badan. Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki kecerdasan yang lebih rendah, imunitas tubuh yang lemah, dan berisiko tinggi mengalami penyakit degeneratif saat dewasa,” jelas Bu Febri.
Ia menekankan bahwa salah satu langkah pencegahan yang efektif adalah dengan memberikan makanan bergizi seimbang, termasuk sayuran hijau seperti *bayam* yang kaya akan zat besi, vitamin A, vitamin C, folat, dan kalsium. Nutrisi ini sangat penting untuk pertumbuhan tulang, pembentukan sel darah merah, serta mendukung perkembangan otak anak.
Namun, dalam praktiknya, banyak anak yang enggan mengonsumsi sayur. Oleh karena itu, Bu Febri dan KKM kelompok 20 mengajak ibu-ibu untuk lebih kreatif dalam menyajikan sayuran, agar anak lebih tertarik mengonsumsinya.
Demonstrasi Pembuatan Puding Bayam oleh KKN Kelompok 20
Untuk mendukung materi yang disampaikan, Kelompok KKN 20 dari Institut Ummul Quro Al Islami Bogor mengadakan demonstrasi pembuatan Puding Bayam, sebagai alternatif camilan sehat yang disukai anak-anak namun tetap tinggi nilai gizinya.
Demonstrasi ini disambut antusias oleh para peserta, terutama para ibu yang ingin mengetahui cara menyajikan sayuran dengan cara yang lebih menarik.
Bahan-Bahan Puding Bayam:
- 200ml Ekstrak Sayur Bayam (Bayam direbus, diblender, dan disaring)
- 250ml Susu UHT
- 100ml Santan
- 1 Bungkus Agar-Agar Jelly Bubuk (Rasa Plain atau Pandan)
- 2 Sendok Makan Gula Pasir
Cara Membuat:
- Campurkan semua bahan ke dalam panci: ekstrak bayam, susu UHT, santan, agar-agar bubuk, dan gula.
- Aduk rata semua bahan sebelum dimasak untuk menghindari penggumpalan.
- Masak di atas api sedang sambil terus diaduk hingga mendidih.
- Setelah mendidih, matikan api dan tuang adonan ke dalam cetakan.
- Dinginkan pada suhu ruang, lalu simpan dalam lemari es hingga puding mengeras.
- Sajikan dalam keadaan dingin.
Setelah proses demonstrasi selesai, peserta yang hadir diberikan kesempatan untuk mencicipi hasil puding bayam tersebut. Banyak ibu yang terkejut karena puding ini memiliki rasa yang lezat dan tidak terasa seperti makan sayur. Bahkan anak-anak yang hadir pun tampak menikmati makanan sehat ini.
Para ibu sangat tertarik untuk mencoba resep ini di rumah sebagai camilan sehat untuk anak mereka. Selain mudah dibuat, bahan-bahannya pun sangat terjangkau dan bisa diperoleh di pasar tradisional.
Sesi Tanya Jawab dan Diskusi Interaktif
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, di mana para ibu menyampaikan berbagai pertanyaan seputar pola makan sehat, makanan yang baik untuk anak susah makan, dan bagaimana cara menghindari makanan ultra-proses yang banyak mengandung pengawet, pewarna, dan gula tinggi.
Bu Febri memberikan tips-tips praktis dalam menjaga pola makan anak, termasuk jadwal makan yang teratur, variasi menu, dan pentingnya membiasakan anak mengonsumsi air putih daripada minuman manis.
Kegiatan sosialisasi aksi gizi ini ditutup dengan pembagian resep puding bayam dan foto bersama seluruh peserta. Baik kader posyandu maupun para ibu menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan edukasi seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua lebih memahami pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini, serta mampu mengimplementasikan pola makan sehat dalam keluarga sebagai upaya konkret dalam mencegah stunting.
KKN Kelompok 20 Institut Ummul Quro Al Islami Bogor merasa bersyukur dapat berbagi ilmu yang bermanfaat dan berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal menuju generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Irfan.