By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inilah KitaInilah KitaInilah Kita
  • Home
  • Sekitar Kita
  • DialeKita
  • Nusantara
  • Akademika
  • Komunitas
  • Generasi
  • Kiat Kita
Reading: Dari Risiko ke Peluang: Pendekatan Modern dalam Manajemen Risiko
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Inilah KitaInilah Kita
Font ResizerAa
  • Home
  • Sekitar Kita
  • DialeKita
  • Nusantara
  • Akademika
  • Komunitas
  • Generasi
  • Kiat Kita
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inilah Kita
Inilah Kita > Blog > Akademika > Dari Risiko ke Peluang: Pendekatan Modern dalam Manajemen Risiko
Akademika

Dari Risiko ke Peluang: Pendekatan Modern dalam Manajemen Risiko

M Rido Maulana Komara (Mahasiswa Manajemen Universitas Pamulang)

Redaksi Kita
Redaksi Kita Published 30/04/2026
Share
SHARE

Pengertian Risiko

Kata risiko banyak dipergunakan dalam berbagai pengertian dan sudah biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Apabila seseorang menyatakan bahwa ada risiko yang harus ditanggung jika mengerjakan pekerjaan tertentu. Misalnya: Bersepeda motor di atas jalan yang sangat ramai besar risikonya. Orang secara intuitif mengerti maksudnya. Tetapi pengertian yang dipahami secara intuitif ini, hanya memuaskan jika dipakai dalam percakapan sehari-hari. Memahami konsep risiko secara luas, akan merupakan dasar yang esensial untuk memahami konsep dan teknik manajemen risiko. Oleh karena itu dengan mempelajari berbagai definisi yang ditemukan dalam berbagai literatur diharapkan pemahaman tentang konsep risiko semakin jelas. Risiko diartikan sebagai ketidakpastian yang ditimbulkan oleh adanya perubahan. Risiko adalah penyimpangan dari sesuatu yang diharapkan. Faktor ketidakpastian inilah yang akhirnya menyebabkan timbulnya risiko pada suatu kegiatan. Sedangkan dari sudut pandang bisnis, secara umum risiko dapat didefinisikan sebagai potensi, kemungkinan atau ekspektasi terhadap suatu kejadian yang dapat berpengaruh secara negatif terhadap pendapatan dan modal.

Vaughan, 2014 dalam bukunya Fundamental Of Risk and Insurances menyatakan risk is a condition in which there is possibility of an adverse deviation from a desired that is expected or hoped for (risiko merupakan suatu kondisi dimana ada kemungkinan penyimpangan yang merugikan dari hasil yang diharapkan) Lebih lanjut Vaughan menyatakan,

  1. Risk is the chance of loss(risiko adalah kesempatan terjadinya kerugian). Risk is chance of loss berhubungan dengan suatu kemungkinan kerugian. Chance merupakan kesempatan atau peluang terjadinya kerugian, secara finansial dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu. Untuk menekan peluang terjadinya rugi tentunya maka mindset seyogyanya menghindari ancaman.
  2. Risk is the possibility of loss (risiko adalah kemungkinan kerugian). Istilah possibility berarti bahwa probabilitas sesuatu peristiwa berada di antara nol dan satu. Jika tidak rugi maka kemungkinan peroleh untung, jadi harus dipilih untuk melakukan suatu aktivitas bisnis.
  3. Risk is uncertainty (risiko adalah ketidakpastian). Uncertainty dapat bersifat subjektif dan objektif. Subjective uncertainty merupakan penilaian individu terhadap situasi risiko yang didasarkan pada pengetahuan dan sikap individu yang bersangkutan. Objective uncertainty akan dijelaskan pada dua definisi risiko berikut.
  4. Risk is the dispersion of actual from expected results (risiko merupakan penyebaran hasil aktual dari hasil yang diharapkan). Ahli statistik mendefinisikan risiko sebagai derajat penyimpangan sesuatu nilai di sekitar suatu posisi sentral atau di sekitar titik rata-rata.
  5. 5. Risk is the probability of any outcome different from the one expected (risiko adalah probabilitas sesuatu outcome berbeda dengan outcome yang diharapkan).

Menurut definisi tersebut, risiko bukan probabilitas dari suatu kejadian tunggal, tetapi probabilitas dari beberapa outcome yang berbeda dari yang diharapkan. Dari berbagai definisi di atas, dapat disimpulkan risiko dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya akibat buruk (kerugian) yang tidak di inginkan atau tidak diduga. Dengan kata lain, kemungkinan itu sudah menunjukkan adanya ketidakpastian. Risiko timbul karena adanya ketidakpastian. Demikian pula sebaliknya berarti ketidakpastian adalah merupakan kondisi yang menyebabkan timbulnya risiko. Ketidakpastian penyebab utama keraguan dalam mengambil keputusan. Keraguan seseorang mengenai kemampuan dari prediksi yang gagal dimasa yang akan datang akibat kondisi yang tidak pasti di lapangan, antara lain:

  1. Gap atau jarak kritis antara perencanaan suatu kegiatan dengan target yang disepakati atau semakin renggang rentang waktunya.
  2. Data yang sangat kurang dalam menyusun perencanaan sehingga menimbulkan ketidakpastian.
  3. Dalam pengambilan keputusan tidak melalui teknik yang tepat karena keterbatasan kemampuan para pengelola sehingga berakibat kepada ketidakpastian.

Untuk mengurangi ketidakpastian maka dibutuhkan suatu cara melalui tahapan-tahapan yang terkoordinasi sedemikian rupa menurut Sofyan, 2005: 4 yang mengutip Casso, Herbert N, 1965 yakni:

  1. Tahap penetapan masalah pada tahap ini seseorang mencari sumber data yang tepat dan terukur, dengan menetapkan berbagai masalah yang terjadi pada masa lalu sebagai faktor penghambat proses pekerjaan yang akan dilakukan.
  2. Tahap pengumpulan fakta, dalam kegiatan pengumpulan fakta seseorang akan menginventarisasi dari berbagai unsur yang mendukung kegiatan, fakta secara finansial, human resourches, marketing, masalah-masalah produksi dan non operasional.
  3. Tahap pengolahan data dan analisis data merupakan fase mereduksi data dengan menggunakan alat-alat analisis yang tepat, sehingga hasil yang akan diprediksi tidak bias. Perhitungan kuantitatif melalui penerapan statistika sangat mendukung dalam menjelaskan fakta empiris bisa terjadi.
  4. Tahap menentukan alternatif. Hasil olah dan analisis data akan melahirkan berbagai alternatif berupa novelty pemecahan masalah. Minimalisasi risiko melalui asuransi merupakan jalan terbaik mengatasi risiko tergantung nilai proyek yang akan dikerjakan, di samping bahaya yang akan mengancam proyek berasal dari alam dan human error.
  5. Tahap memilih alternatif terbaik. Pada tahap ini, pihak manajemen perusahaan akan menentukan pilihan jalan keluar terbaik untuk menekan risiko yang sulit diprediksi. Apakah penjaminan, pada masa proyek awal lalu berhenti atau sebaliknya penjaminan terjadinya kerugian sampai proyek berakhir. Memang jika tak terjadi bencana, kesan yang timbul bahwa pembayaran premi akan mahal karena secara signifikan menjadi beban rutin.
  6. Tahap keputusan merupakan tahapan memilih alternative terbaik dari yang terburuk kadar risikonya. Pada tahap ini, terjadi proses pertimbangan yang cukup berat. Karena salah mengambil keputusan berakibat timbulnya risiko yang dapat mengganggu pencapaian tujuan usaha. Organisasi akan mengalami goncangan bahkan colaps. Pada tahap keputusan biasanya melibatkan semua elemen organisasi, terutama pemilik modal untuk bersama-sama melakukan pertimbangan. Jika usaha dilanjutkan, semua elemen akan dilibatkan.
  7. Tahap pelaksanaan akan dimulai sejak keputusan dipilih secara aklamasi, dalam tahap ini akan terjadi proses yang menunjukkan hubungan antara proses keputusan dengan situasi senyatanya risiko terjadi dan dihadapi langsung oleh para pihak pembuat keputusan sehingga posisi strategis manajemen risiko sangat dibutuhkan oleh para pelaksana, hubungan ini dapat dikategorikan dalam 2 hal : 1) Pelaksanaan keputusan dalam situasi pasti sehingga menghasilkan laba maksimum. 2) Pelaksanaan keputusan dalam situasi yang tidak pasti, sehingga hasil akhir akan memperoleh kerugian atau setidaknya hanya mampu mencapai laba pulang pokok atau break event point. h. Tahap evaluasi, merupakan tahap menilai alternative yang akan diambil apakah pelaksanaan keputusan masih berada pada situasi pasti atau sebaliknya justru berada pada situasi yang tidak pasti. Jika dalam proses perjalanan masih ada kesempatan untuk membenahi bahkan mendaur kembali, maka tahap evaluasi menjadi titik penentu untuk mengubah tujuan dengan cara kembali menetapkan akar permasalahan selanjutnya diolah dan dicarikan alternatif terbaiknya.

 

  1. Sumber Risiko

Ketidakpastian merupakan risiko, kondisi ketidakpastian terjadi tentu ada sumber yang jelas. Manakala mengurai sumber sebagai akar permasalahan, ada pelbagai sumber risiko yang perlu diamati secara serius. (Godfrey, 1996)

  1. Risiko yang bersumber dari situasi politik. Situasi politik suatu negara kerap kali menjadi pemicu utama terjadinya risiko. Situasi kebijakan yang berubah, opini publik yang tendensius, legitimasi, sampai kekacauan akibat terorisme, kerusuhan dan peperangan sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan progress suatu pekerjaan. Risiko akibat politik, sebenarnya tidak terlalu sulit diprediksi melalui catatan-catatan rekam jejak para kandidat penguasa, para tokoh masyarakat, tokoh agama, karena mereka akan menjadi pemegang kebijakan pada level negara atau daerah secara menyeluruh.
  2. Risiko yang bersumber dari lingkungan. Risiko yang bersumber dari lingkungan sangat dekat dengan kegiatan usaha seperti kebijakan internal dalam perusahaan yang dapat meresahkan karyawan, misalnya employes turnover. Keadaan yang dapat mengakibatkan resign bagi karyawan berprestasi merupakan risiko. Demikian pula pengaruh dampak pencemaran yang mengganggu kesehatan, dapat menjadi sumber dari luar lingkungan usaha.
  3. Risiko yang bersumber dari perencanaan yang tidak tepat. Perencanaan keliru, sangat berdampak bagi keberlangsungan usaha. Bagi perusahaan yang kurang teliti membuat perencanaan cenderung akan mendulang risiko yang tidak tanggung-tanggung parahnya. Misalnya, gagal produk yang dapat merusak persepsi konsumen dalam hal kepercayaan terhadap merk tertentu.
  4. Risiko yang bersumber dari masalah ekonomi. Inflasi dalam suatu negara, sulit untuk diprediksi tepat. Namun setidaktidaknya, kemampuan menganalisa akan mengurangi risiko yang terjadi akibat resesi ekonomi.
  5. Risiko yang bersumber dari bencana alam. Bencana merupakan risiko fisik yang kerap kali menjadi masalah utama, risiko kebakaran, gunung meletus, pandemi sampai kecelakaan diri merupakan sumber yang berasal dari alam. Perusahaan dihadapkan kepada masalah besar akibat bencana alam.

 

  1. Tujuan Manajemen Risiko
    1. Melindungi perusahaan (protecting), memberikan perlindungan organisasi dari tingkat risiko signifikan yang bisa menghambat proses pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan.
    2. Memastikan risiko-risiko yang ada di perusahaan telah identifikasi dan dinilai, serta telah dibuatkan rencana tindakan untuk meminimalisasi dampak dan kemungkinan terjadinya.
  2. Mendorong manajemen agar proaktif, mendorong manajemen agar bertindak proaktif dalam mengurangi potensi risiko, dan menjadikan risk management sebagai sumber keunggulan bersaing dan kinerja perusahaan.
  3. Memastikan bahwa rencana tindakan yang akan dilaksanakan secara efektif dan dapat meminimalisasi dampak dan kemungkinan terjadi dalam risiko.
  4. Membantu pembuatan kerangka kerja yang konsisten atas risiko yang ada pada proses bisnis dan fungsi-fungsi di dalam sebuah perusahaan.
  5. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen karena semua risiko yang dapat menghambat proses perusahaan telah diidentifikasikan dengan baik, termasuk cara untuk mengatasi gangguan kelancaran proses perusahaan telah diantisipasi sebelumnya sehingga jika gangguan tersebut terjadi, perusahaan telah siap untuk menanganinya dengan baik.
  6. Sebagai peringatan untuk berhati-hati, mendorong semua individu dalam perusahaan agar bertindak hati-hati dalam menghadapi risiko perusahaan demi tercapainya tujuan yang diinginkan bersama.
  7. Pendekatan Modern dalam Manajemen Risiko

Di tengah dinamika globalisasi dan perkembangan teknologi yang cepat, organisasi menghadapi berbagai risiko yang semakin kompleks dan tidak terduga. Risiko tidak lagi dipandang semata sebagai ancaman yang harus dihindari, melainkan sebagai peluang strategis yang dapat memberikan nilai tambah apabila dikelola secara tepat. Pendekatan modern dalam manajemen risiko menekankan integrasi antara pengelolaan risiko dan proses pengambilan keputusan, sehingga risiko dapat dimanfaatkan untuk mendorong inovasi, efisiensi, dan keunggulan kompetitif.

Manajemen risiko modern dilakukan melalui tahapan yang sistematis, yaitu identifikasi, analisis, evaluasi, dan pengendalian risiko. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah Enterprise Risk Management (ERM), yang mengintegrasikan manajemen risiko ke seluruh aktivitas organisasi secara menyeluruh. Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti analisis data dan kecerdasan buatan memungkinkan organisasi untuk memprediksi potensi risiko lebih akurat serta meresponsnya secara cepat dan efektif.

Dengan perubahan paradigma ini, organisasi dituntut untuk tidak hanya fokus pada mitigasi risiko, tetapi juga mampu mengelola ketidakpastian menjadi peluang yang produktif. Penerapan manajemen risiko yang efektif akan meningkatkan kemampuan adaptasi, memperkuat daya saing, dan mendukung keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pendekatan modern dalam manajemen risiko menjadi elemen penting dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era yang penuh ketidakpastian.

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Email
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Keuangan Pribadi Mengantisipasi Risiko Pengeluaran Tak Terduga

Latest News

Keuangan Pribadi Mengantisipasi Risiko Pengeluaran Tak Terduga
Akademika
Identifikasi Risiko Dalam Manajemen Risiko Organisasi
Akademika
Strategi “Invisible Security”: Cara Cerdas PIM Mengelola Risiko di Area Parkir
Akademika
Penerapan Manajemen Risiko dalam Perusahaan Asuransi
Akademika
Analisis Risiko Kesalahan Transaksi sebagai Faktor Utama Keamanan Operasional di Perbankan
Akademika
Peran Produk dalam Manajemen Jasa untuk Meningkatkan Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan
Akademika
Pengaruh Manajemen Risiko Terhadap Kinerja dan Profitabiltas Perbankan
Akademika

JASA ARTIKEL SEO

Mau website usaha Anda mudah ditemukan dalam mesin pencari Google? Digital Media Labs melayani jasa penulisan artikel SEO.
Hubungi kami di: 081297176001

Jasa Blogroll & Publikasi

  1. Suara Muslim
  2. Seputar Masjid
  3. Seputar Halal
  4. Seputar Kuliner
  5. Seputar Kesehatan
  6. Promo UKM
  7. Wisata Indonesia
  8. Inilah Kita
  9. Beasiswa Kampus
  10. Indonesia Sentris
  11. Seputar Rumah
  12. Seputar Keamanan
  13. Kota Surabaya
  14. Info Nasional
  15. Info Perkotaan
  16. Berita Santai
  17. Berita Kamera
  18. Suara Pesantren

 

Jasa Publikasi di 150+ Website

Baca Artikel Lain

Akademika

Dinamika dan Peran Mall Serta Retail dalam Kehidupan Masyarakat

28/04/2026
Akademika

Strategi Pengelolaan Risiko pada Infrastruktur Teknologi Informasi di Kantor

28/04/2026
amelia
Akademika

Strategi Kolaborasi Perusahaan dalam Model B2B2C untuk Meningkatkan Daya Saing

27/04/2026
Akademika

Manajemen Risiko Dalam Dunia Kerja

26/04/2026
Previous Next

Ikon Logo Inilah Kita

Jasa Blogroll & Publikasi Artikel

Promo UKM | Wisata Indonesia | Media Outsourcing | Beasiswa Kampus | Indonesia Sentris | Seputar Rumah | Seputar Keamanan | Kota Surabaya | Info Nasional | Info Perkotaan | Ini Bekasi | Suara Muslim | Seputar Masjid | Seputar Halal | Seputar Kuliner | Suara Pesantren |Kesehatan | Portal Mahasiswa | Kirim Artikel

Kategori

  • Akademika
  • DialeKita
  • Generasi
  • Kesehatan
  • Kiat Kita
  • Komunitas
  • Nusantara
  • Sekitar Kita
  • Uncategorized
  • Wisata

Inilah Kita

  • About
  • Kontak
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media
  • Term & Condition
Seedbacklink

Inilah KitaInilah Kita
©2024 Inilah Kita
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?