Inilahkita.com | Kegiatan Halal Bihalal Ikatan Keluarga Muratara (IKAMuratara) diselenggarakan pada Minggu, 3 Mei 2026, pukul 13.00–16.30 WIB, bertempat di SDIT Mandiri Pasar Minggu. Acara ini berlangsung dengan hangat dan penuh kekeluargaan, difasilitasi oleh Ketua Harian IKAMuratara, Bapak Karim Santoso.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga menjadi forum penting untuk membahas peran organisasi dalam berkontribusi terhadap pembangunan daerah asal, Musi Rawas Utara (Muratara).
Pengarahan Pengawas dan Dewan Pakar
Dalam arahannya, Bapak Abdul Rahman menyoroti bahwa organisasi IKAMuratara masih memerlukan perencanaan yang lebih matang ke depan. Ia menekankan pentingnya keikhlasan dalam berorganisasi serta komitmen bersama untuk membawa perubahan positif bagi kampung halaman.
Beliau juga mengangkat berbagai persoalan yang saat ini dihadapi Muratara, seperti kondisi air sungai yang keruh, maraknya penyalahgunaan narkoba, serta aktivitas tambang liar yang semakin tidak terkendali. Menurutnya, organisasi harus mampu mengambil peran nyata, salah satunya melalui kegiatan seminar atau program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia mengibaratkan organisasi seperti sapu lidi—yang hanya akan kuat jika bersatu. Banyaknya keluhan masyarakat, lanjutnya, perlu direspons dengan langkah konkret, dengan fokus utama pada penanganan tambang liar dan permasalahan narkoba.
Sambutan Ketua Harian
Ketua Harian IKAMuratara, Bapak Karim Santoso, membuka sambutannya dengan pantun yang mengundang suasana akrab. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam organisasi.
Ia menggambarkan bahwa dalam organisasi terdapat berbagai karakter anggota—ada yang aktif, ada yang lambat, bahkan ada yang belum bergerak. Namun, semua memiliki peran untuk saling melengkapi. Ia juga menyampaikan bahwa IKAMuratara telah mulai membentuk Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di beberapa provinsi sebagai upaya memperluas jaringan.
Karim Santoso menegaskan bahwa IKAMuratara adalah organisasi sosial yang tidak berafiliasi dengan politik, dengan tujuan utama membangun daerah Muratara. Ia juga kembali menyinggung persoalan air keruh dan narkoba sebagai isu krusial yang harus menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, organisasi akan hidup dan berkembang jika seluruh anggota berkontribusi aktif. Ia juga mengajak anggota untuk terus menjaga kebersamaan, saling berbagi, dan beradaptasi di lingkungan perantauan, dengan harapan kehidupan anggota semakin sehat dan sejahtera.
Arahan Sekretaris Jenderal
Sekretaris Jenderal IKAMuratara, Bapak M. David, menyampaikan rencana strategis organisasi ke depan, termasuk pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) IKAMuratara. Selain itu, akan dibentuk DPW IKAMuratara di Yogyakarta dan DKI Jakarta, sebagai upaya memperkuat jaringan serta dukungan, termasuk dalam hal pendanaan.
Saat ini, DPW di Palembang dan Bengkulu telah terbentuk. Ia juga menyampaikan rencana evaluasi struktur organisasi, mengingat masih adanya anggota yang kurang aktif.
Perkenalan Anggota
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula sesi perkenalan anggota yang hadir dari berbagai daerah asal di Muratara, seperti Biaro, Belani, Embacang, Batu Gajah, Pauh, Karang Dapo, Bengen Teluk, Remban, dan lainnya. Hal ini semakin mempererat rasa kekeluargaan antaranggota.
Keputusan Rapat
Beberapa keputusan penting yang dihasilkan dalam pertemuan ini antara lain:
Penetapan Ketua DPW: Noto Susanto
Bendahara: Marpindu
Sekretaris: Tedi
Evaluasi dan penataan ulang anggota yang tidak aktif
Penunjukan kepengurusan DPW di berbagai wilayah, termasuk Yogyakarta dan Jabodetabek
Rencana audiensi dengan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Muratara
Rencana dan Program Ke Depan
IKAMuratara juga merumuskan sejumlah langkah strategis ke depan, antara lain:
Pengajuan dukungan biaya operasional kepada Pemerintah Daerah Muratara
Pengembangan UMKM anggota sebagai sumber pendanaan organisasi
Persiapan audiensi resmi dengan kepala daerah untuk membahas dukungan terhadap program IKAMuratara
Penguatan program kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat
Penutup
Dalam sesi penutup, salah satu tokoh yang hadir, Camat Nibung, turut memberikan pandangan bahwa kondisi Muratara saat ini masih menghadapi berbagai tantangan serius. Oleh karena itu, momentum Halal Bihalal ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga titik awal untuk memperkuat kontribusi nyata IKAMuratara bagi pembangunan daerah.
Dengan semangat kebersamaan dan sinergi, IKAMuratara diharapkan mampu menjadi wadah yang solid dalam memperjuangkan kemajuan kampung halaman serta menjawab berbagai tantangan yang ada.
Halal Bihalal IKAMuratara: Menguatkan Silaturahmi, Membangun Kampung Halaman
