Inilah Kita | Kemiskinan dan kesenjangan sosial merupakan permasalahan yang berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan suatu negara. Kemiskinan terjadi ketika seseorang atau rumah tangga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan secara layak. Sementara itu, kesenjangan sosial menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam memperoleh pendapatan, sumber daya, fasilitas, pelayanan, pendidikan, pekerjaan, serta kesempatan dalam kehidupan masyarakat. Permasalahan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal berkaitan dengan kondisi individu atau masyarakat, seperti rendahnya pendidikan, keterampilan, produktivitas, etos kerja, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Sementara itu, faktor eksternal berkaitan dengan kondisi di luar individu, seperti terbatasnya lapangan pekerjaan, ketidakmerataan pembangunan, kebijakan pemerintah, kondisi geografis, perkembangan globalisasi, dan keterbatasan akses terhadap sumber daya. Artikel ini membahas pengertian, jenis, faktor penyebab, bentuk kesenjangan sosial, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial di Indonesia. Penanganan masalah tersebut membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat melalui pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan akses Pendidikan dan kesehatan.
Kata kunci: kemiskinan, kesenjangan sosial, faktor internal, faktor eksternal, kesejahteraan masyarakat.
1. Pendahuluan
Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan sosial dan ekonomi yang masih menjadi perhatian dalam pembangunan Indonesia. Kemiskinan tidak hanya dapat dilihat dari jumlah pendapatan yang diterima oleh seseorang, tetapi juga dari kemampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan dasar kehidupannya. Kebutuhan tersebut meliputi makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Dengan demikian, masyarakat yang mengalami kemiskinan akan menghadapi berbagai keterbatasan dalam meningkatkan kualitas kehidupannya. Dalam materi kemiskinan dan kesenjangan sosial, kemiskinan dijelaskan sebagai kondisi ketika seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar secara layak. Secara kuantitatif, kemiskinan berkaitan dengan keadaan hidup yang serba kekurangan, sedangkan secara kualitatif berkaitan dengan kondisi hidup yang tidak layak. Kemiskinan juga mempunyai hubungan yang erat dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Selain kemiskinan, kesenjangan sosial juga menjadi persoalan yang penting. Kesenjangan sosial muncul ketika terdapat ketidakseimbangan dalam memperoleh berbagai sumber daya dan kesempatan. Perbedaan tersebut dapat terlihat dari pendapatan, kekayaan, pendidikan, pekerjaan, fasilitas kesehatan, infrastruktur, dan kesempatan ekonomi. Jika tidak ditangani dengan baik, kesenjangan dapat menciptakan perbedaan kualitas hidup yang semakin besar antara kelompok masyarakat maupun antarwilayah. Oleh karena itu, pembahasan mengenai kemiskinan dan kesenjangan sosial penting dilakukan agar dapat diketahui berbagai penyebab serta solusi yang dapat dilakukan. Penanganan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga perlu dilakukan dengan meningkatkan kemampuan masyarakat agar dapat menjadi lebih mandiri dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf kehidupannya.
2. Pengertian Kemiskinan
Kemiskinan merupakan kondisi ketika individu atau rumah tangga tidak mempunyai kemampuan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Kebutuhan tersebut mencakup kebutuhan makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan juga dapat dilihat sebagai kondisi ketika seseorang memiliki taraf hidup yang berada di bawah standar kehidupan yang dianggap layak dalam masyarakat. Beberapa ahli memiliki pandangan mengenai kemiskinan. Hall dan Midgley menjelaskan kemiskinan sebagai kondisi kekurangan secara materi dan sosial yang menyebabkan seseorang hidup di bawah standar kehidupan yang layak. Faturachman dan Marcelinus Molo mengartikan kemiskinan sebagai ketidakmampuan seseorang atau rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dasar. Sementara itu, Reitsma dan Kleinpenning menjelaskan kemiskinan sebagai ketidakmampuan memenuhi kebutuhan material maupun nonmaterial. Friedman menghubungkan kemiskinan dengan ketidaksamaan kesempatan dalam memperoleh aset, sumber keuangan, jaringan sosial, pengetahuan, keterampilan, dan informasi.
3. Faktor Penyebab Kemiskinan
Kemiskinan dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berhubungan. Berdasarkanmateri, beberapa penyebab kemiskinan antara lain pertumbuhan penduduk, kondisi angkatan kerja dan pengangguran, rendahnya pendidikan, serta kurangnya perhatian pemerintah.
3.1 Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari kondisi individu atau masyarakat itu sendiri. Faktor ini tidak berarti bahwa masyarakat miskin sepenuhnya bertanggung jawab atas kemiskinannya, tetapi menunjukkan adanya kondisi dari dalam individu atau kelompok yang dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam meningkatkan kesejahteraan. Pertama, rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan. Pendidikan mempunyai peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kualitas tenaga kerja. Masyarakat yang memiliki pendidikan dan keterampilan terbatas cenderung memiliki pilihan pekerjaan yang lebih sedikit sehingga kesempatan memperoleh penghasilan yang lebih baik juga terbatas. Kedua, rendahnya produktivitas dan kemampuan kerja. Keterampilan yang rendah dapat membuat seseorang sulit bersaing di dunia kerja. Perkembangan ekonomi dan industri membutuhkan tenaga kerja yang mempunyai kemampuan tertentu. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan menjadi salah satu hal penting dalam mengurangi kemiskinan.
Ketiga, pola pikir dan kebiasaan tertentu. Materi menjelaskan adanya kemiskinan kultural yang dapat berkaitan dengan kebiasaan seperti rendahnya etos kerja, mudah menyerah, terlalu bergantung pada bantuan, konsumtif, dan menolak perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Keempat, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Perkembangan teknologi dan globalisasi menciptakan perubahan dalam dunia kerja dan kegiatan ekonomi. Masyarakat yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut dapat tertinggal dan kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendapatan.
3.2 Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari lingkungan di luar individu atau masyarakat. Faktor ini dapat memberikan pengaruh besar terhadap kemampuan masyarakat dalam memperoleh pekerjaan, pendapatan, pendidikan, dan pelayanan dasar.
Pertama, terbatasnya lapangan pekerjaan. Pertumbuhan jumlah penduduk yang tidak seimbang dengan kesempatan kerja dapat menyebabkan meningkatnya pengangguran. Ketika seseorang tidak memiliki pekerjaan atau memiliki pekerjaan dengan pendapatan rendah, kemampuan memenuhi kebutuhan hidup menjadi terbatas.
Kedua, ketidakmerataan pembangunan. Pembangunan yang terkonsentrasi di wilayah tertentu dapat menyebabkan daerah lain tertinggal. Perbedaan pembangunan dapat terlihat dari akses jalan, transportasi, jaringan internet, pendidikan, kesehatan, dan fasilitas ekonomi.
Ketiga, kebijakan pemerintah. Kebijakan yang kurang tepat atau kurang memperhatikan masyarakat miskin dapat menyebabkan kesenjangan semakin besar. Kebijakan pemerintah juga dapat memengaruhi kesempatan yang tersedia bagi kelompok dan wilayah tertentu.
Keempat, kondisi geografis. Daerah yang memiliki kondisi geografis sulit dapat menghadapi hambatan dalam pembangunan infrastruktur dan kegiatan ekonomi. Masyarakat yang tinggal di daerah terpencil atau sulit dijangkau dapat mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, transportasi, dan pasar. Kelima, globalisasi. Globalisasi memberikan peluang ekonomi, tetapi pada saat yang sama dapat menimbulkan kesenjangan ketika sebagian masyarakat tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Masyarakat yang memiliki pendidikan, keterampilan, modal, dan akses teknologi yang lebih baik akan lebih mudah memanfaatkan peluang dibandingkan masyarakat yang memiliki keterbatasan
4. Jenis-Jenis Kemiskinan
Kemiskinan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Pertama, kemiskinan absolut, yaitu kondisi ketika pendapatan seseorang berada di bawah garis kemiskinan dan tidak mampu memenuhi kebutuhan primer. Kedua, kemiskinan relatif, yaitu kondisi kemiskinan yang dilihat berdasarkan perbandingan dengan kondisi ekonomi masyarakat di sekitarnya. Ketiga, kemiskinan kultural, yaitu kemiskinan yang berkaitan dengan kebiasaan, nilai, pola pikir, dan cara kerja yang berkembang dalam masyarakat. Keempat, kemiskinan struktural, yaitu kemiskinan yang berasal dari struktur sosial yang menyebabkan kelompok tertentu tidak mampu menggunakan sumber daya yang sebenarnya tersedia bagi mereka.
5. Pengukuran Kemiskinan
Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan pendekatan kebutuhan dasar atau basic needs approach. Pendekatan tersebut melihat kemiskinan berdasarkan kemampuan ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur melalui pengeluaran. Penduduk miskin adalah penduduk yang rata-rata pengeluaran per kapitanya per bulan berada di bawah garis kemiskinan. Garis Kemiskinan terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan dan Garis Kemiskinan Non Makanan. Garis Kemiskinan Makanan dihitung berdasarkan kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilokalori per kapita per hari. Sementara itu, Garis Kemiskinan Non Makanan mencakup kebutuhan minimum seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.
6. Pengertian Kesenjangan Sosial
Kesenjangan sosial adalah kondisi ketika terdapat ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat. Kesenjangan dapat terlihat dari perbedaan kekayaan, pendapatan, kesempatan, barang, jasa, pendidikan, pelayanan, dan akses terhadap berbagai sumber daya. Kesenjangan sosial dapat terjadi antarindividu, antarkelompok, maupun antarwilayah. Contohnya adalah perbedaan kondisi ekonomi antara masyarakat desa dan kota. Selain itu, perbedaan akses pendidikan dan kesehatan juga dapat menciptakan kesenjangan kualitas sumber daya manusia.
7. Faktor Penyebab Kesenjangan Sosial
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kesenjangan sosial. Pertama adalah perbedaan sumber daya alam. Daerah yang memiliki sumber daya alam melimpah dan mampu mengelolanya dengan baik mempunyai peluang ekonomi yang lebih besar. Kedua adalah kebijakan pemerintah. Kebijakan yang tidak merata dapat memberikan kesempatan yang berbeda kepada kelompok atau wilayah tertentu. Ketiga adalah globalisasi. Perbedaan kemampuan masyarakat dalam mengikuti perkembangan global dapat menyebabkan sebagian kelompok lebih cepat berkembang sementara kelompok lainnya tertinggal. Keempat adalah kondisi demografis, seperti perbedaan pertumbuhan penduduk, pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan. Kelima adalah letak dan kondisi geografis yang memengaruhi kemudahan pembangunan infrastruktur dan kegiatan ekonomi.
8. Bentuk-Bentuk Kesenjangan Sosial
Kesenjangan sosial dapat berupa kesenjangan antara desa dan kota, kesenjangan kualitas sumber daya manusia, kesenjangan ekonomi antar kelompok masyarakat, kesenjangan penyebaran aset swasta, serta kesenjangan antarwilayah dan subwilayah.
Kesenjangan desa dan kota salah satunya disebabkan oleh perbedaan kesempatan kerja dan pembangunan. Masyarakat desa sering memiliki pilihan pekerjaan yang lebih terbatas dibandingkan masyarakat kota. Di sisi lain, kualitas pendidikan dan infrastruktur juga dapat berbeda.
Kesenjangan ekonomi juga dapat terjadi karena pembangunan yang tidak merata. Masyarakat yang tidak mempunyai akses pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, dan fasilitas lainnya akan lebih sulit meningkatkan kualitas hidup. Selain itu, keterbatasan modal menyebabkan usaha mikro dan kecil sulit berkembang dibandingkan usaha dengan skala lebih besar.
9. Upaya Mengatasi Kemiskinan dan Kesenjangan Sosial
Upaya mengatasi kemiskinan dan kesenjangan sosial membutuhkan peran pemerintah dan masyarakat. Pemerintah dapat mengembangkan sektor UMKM melalui program pembiayaan, membuka lapangan kerja, menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, menyediakan beasiswa, meningkatkan pelayanan kesehatan, mendirikan Balai Latihan Kerja, serta memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu.
Untuk mengurangi kesenjangan sosial antara desa dan kota, pemerintah perlu meningkatkan pembangunan infrastruktur desa. Akses pendidikan, informasi, kesehatan, dan teknologi juga perlu diperluas. Selain itu, masyarakat desa perlu diberikan akses modal agar dapat menciptakan sumber pendapatan baru dan tidak hanya bergantung pada sektor pertanian.
Namun, bantuan pemerintah perlu diberikan secara tepat sasaran. Bantuan sebaiknya tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan pada pemberdayaan masyarakat. Pelatihan kerja, pengembangan UMKM, akses permodalan, dan peningkatan Pendidikan dapat membantu masyarakat menjadi lebih mandiri.
10. Kesimpulan
Kemiskinan dan kesenjangan sosial merupakan permasalahan yang kompleks dan saling berkaitan. Kemiskinan tidak hanya disebabkan oleh rendahnya pendapatan, tetapi juga dapat berkaitan dengan pendidikan, keterampilan, lapangan pekerjaan, kondisi geografis, kebijakan pemerintah, pembangunan yang tidak merata, serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan.
Faktor penyebab kemiskinan dapat dilihat dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal antara lain rendahnya pendidikan dan keterampilan, produktivitas, etos kerja, serta kemampuan beradaptasi. Sementara itu, faktor eksternal meliputi keterbatasan lapangan pekerjaan, ketidakmerataan pembangunan, kebijakan pemerintah, kondisi geografis, dan globalisasi.
Kesenjangan sosial juga dapat muncul karena perbedaan sumber daya alam, pembangunan, pendidikan, pendapatan, aset, dan fasilitas antarwilayah maupun kelompok masyarakat. Oleh karena itu, penyelesaian kemiskinan dan kesenjangan sosial harus dilakukan secara menyeluruh melalui pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan lapangan pekerjaan, pengembangan UMKM, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial tidak hanya bergantung pada pemerintah. Masyarakat juga perlu meningkatkan keterampilan, memanfaatkan peluang ekonomi, terbuka terhadap perkembangan teknologi, dan berusaha meningkatkan kemandirian. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, pemerataan kesejahteraan dapat lebih mudah diwujudkan.
Daftar Pustaka
Badan Pusat Statistik Indonesia. (2020). Kemiskinan dan Ketimpangan.
Maxmanroe.com. (2020). Pengertian Kemiskinan Secara Umum, Jenis, Penyebab, dan Dampak Kemiskinan.
Rahman. (2014). Kemiskinan & Kesenjangan Pendapatan.
Materi Pembelajaran. Kemiskinan dan Kesenjangan Sosial, Bab VIII
