Inilah Kita | Pengembangan sumber daya manusia merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas individu dan organisasi. Kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi keterampilan yang dibutuhkan dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan sosial, pelayanan, dan organisasi keagamaan. Namun, sebagian individu masih mengalami kesulitan ketika berbicara di depan umum, seperti kurang percaya diri, gugup, kesulitan menyampaikan gagasan, dan kurang mampu mengatur intonasi suara. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan public speaking di Gereja Katolik Santo Barnabas Pamulang. Metode pelaksanaan kegiatan dirancang melalui observasi, penyampaian materi, demonstrasi, diskusi, praktik berbicara di depan umum, dan evaluasi. Materi pelatihan mencakup teknik berbicara, pengaturan suara, bahasa tubuh, penyusunan materi, serta cara membangun kepercayaan diri. Peserta diarahkan untuk mempraktikkan keterampilan public speaking dalam simulasi pembawa acara, sambutan, dan pengumuman kegiatan gereja. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu peserta meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan keterampilan berbicara secara terstruktur sehingga dapat diterapkan dalam pelayanan gereja maupun kehidupan bermasyarakat
Kata kunci: Pengabdian kepada Masyarakat, sumber daya manusia, public speaking, kepercayaan diri, komunikasi.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sumber daya manusia merupakan unsur penting dalam mendukung keberhasilan suatu organisasi. Kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh tingkat pendidikan dan pengetahuan, tetapi juga oleh keterampilan, sikap, kemampuan beradaptasi, serta kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Salah satu keterampilan komunikasi yang perlu dikembangkan adalah public speaking atau kemampuan berbicara di depan umum.
Public speaking merupakan kemampuan menyampaikan informasi, gagasan, pendapat, maupun pesan kepada audiens secara jelas, terstruktur, dan meyakinkan. Kemampuan ini diperlukan dalam berbagai aktivitas, seperti memimpin rapat, menyampaikan sambutan, menjadi pembawa acara, memberikan pengumuman, dan berpartisipasi dalam kegiatan organisasi.
Dalam lingkungan Gereja Katolik Santo Barnabas Pamulang, kemampuan public speaking dapat mendukung pelaksanaan kegiatan pelayanan dan organisasi. Pengurus gereja, Orang Muda Katolik (OMK), anggota lingkungan, serta umat yang terlibat dalam berbagai kegiatan dapat memanfaatkan keterampilan ini ketika menyampaikan informasi, memandu acara, memberikan sambutan, atau berkoordinasi dengan sesama anggota.
Meskipun demikian, kemampuan berbicara di depan umum tidak selalu dimiliki setiap individu secara optimal. Beberapa kendala yang dapat dihadapi antara lain rasa gugup, kurang percaya diri, kesulitan menyusun kalimat, penggunaan intonasi yang kurang tepat, serta bahasa tubuh yang belum mendukung penyampaian pesan. Kendala tersebut perlu ditangani melalui pembelajaran dan latihan yang terarah.
Berdasarkan kebutuhan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia melalui Pelatihan Public Speaking di Gereja Katolik Santo Barnabas Pamulang dirancang sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan komunikasi masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang memberikan manfaat praktis bagi peserta. Melalui pelatihan dan praktik secara langsung, peserta dapat mempelajari teknik komunikasi yang baik dan menerapkannya dalam kegiatan pelayanan, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam kegiatan PKM ini adalah:
- Bagaimana meningkatkan pengetahuan peserta mengenai teknik dasar public speaking?
- Bagaimana membantu peserta
- Bagaimana membantu peserta mengembangkan kepercayaan diri ketika berbicara di depan umum?
- Bagaimana melatih keterampilan komunikasi peserta agar mampu menyampaikan informasi secara jelas dan terstruktur?
- Bagaimana menerapkan keterampilan public speaking dalam kegiatan pelayanan dan organisasi di Gereja Katolik Santo Barnabas Pamulang?
Tujuan Kegiatan
Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah:
Memberikan pemahaman mengenai pentingnya public speaking dalam pengembangan sumber daya manusia.
Meningkatkan kepercayaan diri peserta ketika berbicara di depan umum.
Melatih kemampuan peserta dalam mengatur suara, intonasi, artikulasi, dan bahasa tubuh.
Mengembangkan keterampilan peserta dalam menyampaikan sambutan, menjadi pembawa acara, dan memberikan pengumuman.
Mendorong penerapan keterampilan komunikasi dalam kegiatan pelayanan gereja dan kehidupan bermasyarakat.
Manfaat Kegiata
Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat bagi beberapa pihak.
Bagi peserta, pelatihan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan, kepercayaan diri, dan keterampilan komunikasi.
Bagi gereja, kegiatan ini diharapkan mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan koordinasi organisasi melalui komunikasi yang lebih efektif.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan manajemen sumber daya manusia serta mengembangkan kepedulian sosial melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
TINJAUAN PUSTAKA
Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan individu yang berperan dalam menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan suatu organisasi. Pengembangan sumber daya manusia dilakukan melalui berbagai upaya pembelajaran, pelatihan, dan peningkatan keterampilan agar individu dapat alam public speaking meliputi:
- Penguasaan materi, yaitu memahami topik yang akan disampaikan.
- Artikulasi dan intonasi, yaitu mengucapkan kata dengan jelas serta mengatur tinggi-rendah suara.
- Bahasa tubuh, yaitu menggunakan gerakan, ekspresi wajah, dan kontak mata secara tepat.
- Kepercayaan diri, yaitu kemampuan menyampaikan pesan dengan tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh rasa gugup.
- Pengelolaan waktu, yaitu menyampaikan materi sesuai dengan durasi yang tersedia.
- Interaksi dengan audiens, yaitu membangun hubungan melalui sapaan, perhatian, dan penyampaian pesan yang mudah dipahami.
Pelatihan sebagai Upaya Pengembangan Kompetensi
Pelatihan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan individu melalui proses pembelajaran yang terencana. Pelatihan yang efektif tidak hanya mengandalkan penyampaian teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan keterampilan.
keterampilan yang dipelajari.
Dalam kegiatan ini, metode praktik digunakan untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum. Peserta diharapkan dapat belajar melalui demonstrasi, latihan, umpan balik, dan evaluasi.
Kepercayaan Diri dan Kemampuan Komunikasi
Kepercayaan diri berperan dalam membantu seseorang menyampaikan pesan dengan lebih tenang. Sementara itu, kemampuan komunikasi mendukung penyampaian informasi secara jelas, sistematis, dan sesuai dengan tujuan.
Keduanya dapat dikembangkan melalui latihan yang berulang, persiapan yang baik, dan lingkungan pembelajaran yang mendukung. Oleh karena itu, pelatihan public speaking dapat menjadi salah Satu pendekatan untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan tersebut.
METODE PELAKSANAAN
Lokasi dan Sasaran Kegiatan
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dirancang untuk dilaksanakan di Gereja Katolik Santo Barnabas Pamulang, Tangerang Selatan.
Sasaran kegiatan meliputi pengurus gereja, anggota lingkungan, Orang Muda Katolik (OMK), serta anggota organisasi atau umat yang ingin meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum.
Waktu pelaksanaan, jumlah peserta, dan susunan tim pelaksana disesuaikan dengan pelaksanaan kegiatan yang sebenarnya.
Metode pelaksanaan kegiatan dirancang melalui beberapa tahapan berikut.
METODE PELAKSANAAN
Observasi dan identifik identifikasi kebutuhan
Tim pelaksana melakukan pengamatan dan berkoordinasi dengan pihak gereja untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta terkait keterampilan komunikasi. Tahap ini bertujuan menentukan materi pelatihan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta
Penyampaian materi
Peserta diberikan penjelasan mengenai pengertian public speaking, manfaat komunikasi efektif, persiapan materi, teknik membuka dan menutup pembicaraan, pengaturan suara, serta bahasa tubuh.
Demonstrasi
Pemateri memberikan contoh berbicara di depan umum, seperti menyampaikan sambutan, menjadi pembawa acara, dan memberikan pengumuman. Demonstrasi digunakan agar peserta dapat melihat penerapan teori secara langsung
Praktik dan simulasi
Peserta diberikan kesempatan mempraktikkan keterampilan public speaking melalui simulasi pembawa acara, sambutan singkat, atau pengumuman kegiatan gereja. Pada tahap ini, peserta diarahkan untuk menggunakan artikulasi yang jelas, intonasi yang sesuai, kontak mata, dan bahasa tubuh yang baik.
Diskusi dan umpan balik
Peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan pengalaman mengenai kendala berbicara di depan umum. Pemateri memberikan masukan mengenai aspek yang sudah baik dan aspek yang perlu diperbaiki.
- Materi Pelatihan
- Materi yang disampaikan meliputi:
- Pengenalan public speaking dan manfaatnya.
- Teknik mengatasi rasa gugup.
- Penyusunan materi dan pemilihan kata.
- Teknik pernapasan, artikulasi, dan intonasi suara.
- Penggunaan ekspresi wajah, kontak mata, dan bahasa tubuh.
- Praktik menjadi pembawa acara, memberikan sambutan, dan menyampaikan pengumuman.
- Teknik menerima masukan dan memperbaiki kemampuan berbicara.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan PKM ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan public speaking di Gereja Katolik Santo Barnabas Pamulang. Pelatihan dirancang dengan menggabungkan penyampaian materi dan praktik agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba keterampilan yang dipelajari.
Pada tahap awal, peserta diperkenalkan dengan pentingnya kemampuan komunikasi dalam kehidupan organisasi dan pelayanan. Materi tersebut menekankan bahwa penyampaian pesan yang jelas dapat membantu mengurangi kesalahpahaman, meningkatkan koordinasi, dan mendukung pelaksanaan kegiatan bersama.
Selanjutnya, peserta mempelajari teknik dasar public speaking, termasuk persiapan materi, pengaturan suara, bahasa tubuh, serta cara membuka dan menutup pembicaraan. Pemahaman ini menjadi dasar sebelum peserta melakukan simulasi berbicara di depan umum.
Pengembangan Kepercayaan Diri
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pelatihan adalah kepercayaan diri.
Rasa gugup ketika berbicara di depan orang lain dapat memengaruhi kelancaran penyampaian pesan. Oleh karena itu, peserta diarahkan untuk mempersiapkan materi, berlatih secara bertahap, dan memahami bahwa kesalahan dalam proses latihan merupakan bagian dari pembelajaran
Catatan penulisan: Uraian hasil di atas merupakan pembahasan dan hasil yang diharapkan dari rancangan kegiatan. Untuk naskah jurnal final, bagian ini perlu disesuaikan dengan kegiatan yang benar-benar sudah dilaksanakan, termasuk jumlah peserta, tanggal pelaksanaan, dokumentasi, hasil evaluasi, dan kendala yang ditemukan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan public speaking merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan komunikasi yang bermanfaat dalam kehidupan organisasi dan pelayanan masyarakat. Kegiatan PKM di Gereja Katolik Santo Barnabas Pamulang dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai public speaking melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik, diskusi, dan evaluasi.
Materi pelatihan mencakup persiapan pembicaraan, pengaturan suara, penggunaan bahasa tubuh, penyusunan pesan, dan pengembangan kepercayaan diri. Keterampilan tersebut relevan untuk mendukung kegiatan pelayanan gereja, organisasi, dan kehidupan sehari-hari.
Penilaian mengenai keberhasilan dan peningkatan kemampuan peserta harus didasarkan pada hasil pelaksanaan dan evaluasi yang nyata. Dengan latihan berkelanjutan, pelatihan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia yang lebih komunikatif, percaya diri, dan mampu berpartisipasi secara aktif dalam organisasi.
Saran
Berdasarkan tujuan kegiatan, beberapa saran yang dapat diberikan adalah:
Peserta diharapkan terus berlatih berbicara di depan umum agar semakin terbiasa menyampaikan gagasan secara jelas.
Pihak gereja diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada anggota dan OMK untuk terlibat dalam kegiatan yang membutuhkan keterampilan komunikasi.
keterampilan komunikasi.
Kegiatan PKM serupa dapat dilanjutkan dengan materi lanjutan, seperti teknik presentasi, kepemimpinan, komunikasi interpersonal, dan pengelolaan acara.
Evaluasi kegiatan selanjutnya sebaiknya menggunakan indikator yang terukur agar perubahan kemampuan peserta dapat diketahui secara lebih objektif.
DAFTAR PUSTAKA
Carnegie, D. (2017). The Art of Public Speaking. Diterbitkan kembali dalam berbagai edisi. Untuk naskah final, cantumkan edisi dan data penerbit dari buku yang benar-benar digunakan.
DeVito, J. A. (2016). The Interpersonal Communication Book (14th ed.). Pearson.
Dessler, G. (2020). Human Resource Management (16th ed.). Pearson.
Lucas, S. E. (2020). The Art of Public Speaking (13th ed.). McGraw-Hill Education.
Mangkuprawira, S. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik. Ghalia Indonesia.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Penulis JURNAL kelompok:
- Korlina Pati Madu
- Yeti Nduru
- Oktaviana Danga Ngara
- Bintang Cantika
- Widodo
