By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inilah Kita – Inspirasi, Informasi, dan Budaya IndonesiaInilah Kita – Inspirasi, Informasi, dan Budaya IndonesiaInilah Kita – Inspirasi, Informasi, dan Budaya Indonesia
  • Home
  • Sekitar Kita
  • DialeKita
  • Nusantara
  • Akademika
  • Komunitas
  • Generasi
  • Kiat Kita
Reading: Di Balik Penolakan Terhadap Koperasi Desa Merah Putih
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Inilah Kita – Inspirasi, Informasi, dan Budaya IndonesiaInilah Kita – Inspirasi, Informasi, dan Budaya Indonesia
Font ResizerAa
  • Home
  • Sekitar Kita
  • DialeKita
  • Nusantara
  • Akademika
  • Komunitas
  • Generasi
  • Kiat Kita
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inilah Kita
Inilah Kita – Inspirasi, Informasi, dan Budaya Indonesia > Blog > Akademika > Di Balik Penolakan Terhadap Koperasi Desa Merah Putih
Akademika

Di Balik Penolakan Terhadap Koperasi Desa Merah Putih

Tenada Wahyuningsih (Mahasiswa Universitas Pamulang)

Redaksi Kita
Redaksi Kita Published 23/06/2026
Share
SHARE

Inilahkita.com | Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang menarik perhatian masyarakat Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Program ini dirancang sebagai upaya untuk memperkuat perekonomian desa melalui pembentukan dan pengembangan koperasi yang berperan sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Pemerintah berharap koperasi dapat menjadi wadah bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat desa untuk memperoleh akses permodalan, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. Namun, di balik harapan besar tersebut, muncul berbagai tanggapan dari masyarakat, mulai dari dukungan hingga penolakan. Fenomena ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh tujuan yang baik, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan dan kesiapan masyarakat dalam menerima program tersebut.

Pada dasarnya, konsep Koperasi Desa Merah Putih sejalan dengan nilai-nilai ekonomi kerakyatan yang menjadi ciri khas sistem perekonomian Indonesia. Koperasi dibangun atas prinsip gotong royong, kebersamaan, dan demokrasi ekonomi. Melalui koperasi, masyarakat diharapkan dapat memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam kegiatan ekonomi sehingga tidak lagi bergantung pada pihak-pihak tertentu yang selama ini mendominasi rantai distribusi. Dengan adanya koperasi, hasil pertanian dan produk UMKM dapat dipasarkan secara lebih efektif sehingga keuntungan yang diperoleh masyarakat menjadi lebih besar.

Meskipun demikian, tidak sedikit masyarakat yang menyampaikan kekhawatiran terhadap pelaksanaan Program Koperasi Desa Merah Putih. Salah satu alasan yang paling sering muncul adalah anggapan bahwa pembentukan koperasi dilakukan secara terlalu cepat dan cenderung bersifat top-down, yaitu berasal dari kebijakan pemerintah pusat. Dalam prinsip perkoperasian yang ideal, koperasi seharusnya tumbuh dari kebutuhan dan kesadaran masyarakat itu sendiri. Ketika koperasi dibentuk berdasarkan instruksi dari atas, sebagian masyarakat khawatir bahwa koperasi tersebut hanya akan menjadi formalitas administratif tanpa adanya partisipasi aktif dari anggota. Akibatnya, koperasi berisiko kehilangan fungsi utamanya sebagai organisasi ekonomi yang dimiliki dan dikelola oleh anggota.

Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan kesiapan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi. Pengelolaan koperasi bukanlah pekerjaan yang sederhana. Dibutuhkan kemampuan dalam bidang administrasi, manajemen usaha, akuntansi, hingga pengelolaan keuangan. Jika pengurus koperasi tidak memiliki kompetensi yang memadai, maka berbagai masalah dapat muncul, seperti kesalahan pengelolaan dana, kurangnya transparansi, hingga kegagalan usaha. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, karena Indonesia memiliki pengalaman panjang terkait koperasi yang tidak berkembang akibat lemahnya tata kelola organisasi.

Faktor lain yang menjadi penyebab munculnya penolakan adalah kekhawatiran mengenai penggunaan anggaran yang cukup besar untuk mendukung program tersebut. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa dana yang digunakan untuk pembentukan koperasi dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak, seperti pembangunan jalan desa, perbaikan fasilitas pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, atau pengembangan infrastruktur pertanian. Mereka khawatir apabila koperasi yang dibentuk tidak berjalan sesuai harapan, maka anggaran yang telah dikeluarkan tidak akan memberikan manfaat yang sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan.

Penolakan juga muncul karena adanya kekhawatiran terhadap perubahan struktur ekonomi lokal yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. Dalam beberapa sektor, terutama pertanian, koperasi dirancang untuk membeli hasil panen langsung dari petani sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek. Bagi petani, kebijakan ini tentu dapat meningkatkan keuntungan karena mereka memperoleh harga jual yang lebih baik. Namun, di sisi lain, keberadaan koperasi dapat mengurangi peran pedagang perantara atau tengkulak yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi desa. Kondisi ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan karena ada kelompok tertentu yang merasa dirugikan oleh perubahan tersebut.

Di samping berbagai kekhawatiran tersebut, banyak pihak yang tetap melihat Program Koperasi Desa Merah Putih sebagai peluang besar untuk membangun kemandirian ekonomi desa. Apabila dikelola dengan baik, koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat daya saing produk desa. Program ini juga berpotensi mengurangi kesenjangan ekonomi antara wilayah perkotaan dan pedesaan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Oleh karena itu, berbagai kritik dan penolakan yang muncul seharusnya tidak dipandang sebagai hambatan semata, melainkan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap keberhasilan program tersebut. Pemerintah perlu menjadikan masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki mekanisme pelaksanaan program. Keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan, peningkatan kapasitas pengurus koperasi, transparansi pengelolaan dana, serta pengawasan yang ketat merupakan langkah-langkah penting untuk membangun kepercayaan publik.

Pada akhirnya, Program Koperasi Desa Merah Putih menghadirkan dua sisi yang saling berkaitan, yaitu harapan dan kekhawatiran. Harapan muncul karena program ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Sementara itu, kekhawatiran muncul karena adanya risiko dalam aspek tata kelola, penggunaan anggaran, dan kesiapan sumber daya manusia. Jika pemerintah mampu menjawab berbagai kekhawatiran tersebut melalui kebijakan yang transparan dan partisipatif, maka Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat.

 

Daftar Pustaka

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. (2025). Koperasi Desa Merah Putih sebagai Penggerak Ekonomi Desa. Jakarta: Kemenkop UKM.

.KPPOD. (2025). Kritik Akademikus hingga Pegiat Desa terhadap Program Koperasi Desa Merah Putih. Diakses dari https://www.kppod.org

Program Studi Sosiologi FISIPOL Universitas Negeri Surabaya. (2025). Peluang dan Ancaman Koperasi Desa Merah Putih. Diakses dari https://sosiologi.fisipol.unesa.ac.id

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Hukum Online. (2025). Menggugat Koperasi Desa Merah Putih: Pemberdayaan atau Sentralisasi? Diakses dari https://www.hukumonline.com

TAGGED:Koperasi Merah Putih
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Email
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Peran Ekonomi Manajerial dalam Meningkatkan Efisiensi dan Daya Saing Perusahaan
Next Article Mengenal Jenis Rayap Berbahaya untuk Rumah dan Cara Efektif Membasminya

Latest News

Meningkatkan  SDM Melalui Pelatihan Public Speaking Di Gereja Katolik Santo Barnabas Pamulang
Akademika
public speaking
Public Speaking: Kompetensi SDM yang Sering Dianggap Remeh
Akademika
Public Speaking sebagai Keterampilan Komunikasi di Era Digital
Akademika
public speaking
Public Speaking: Kunci Kepercayaan Diri dan Komunikasi yang Efektif
Akademika
bicara publik
Seni Berbicara di Depan Umum: Bekal yang Ternyata Bisa Dipelajari Siapa Saja
Akademika
mendengar dan bicara
Peran Listening dan Critical Thinking dalam Meningkatkan Efektivitas Public Speaking
Akademika
bicara di depan umum
Etika Berbicara: Kunci Kepercayaan di Depan Publik
Akademika

JASA ARTIKEL SEO

Mau website usaha Anda mudah ditemukan dalam mesin pencari Google? Digital Media Labs melayani jasa penulisan artikel SEO.
Hubungi kami di: 081297176001

Jasa Blogroll & Publikasi

  1. Suara Muslim
  2. Seputar Masjid
  3. Seputar Halal
  4. Seputar Kuliner
  5. Seputar Kesehatan
  6. Promo UKM
  7. Wisata Indonesia
  8. Beasiswa Kampus
  9. Indonesia Sentris
  10. Seputar Rumah
  11. Seputar Keamanan
  12. Kota Surabaya
  13. Info Nasional
  14. Info Perkotaan
  15. Berita Santai
  16. Berita Kamera
  17. Suara Pesantren
  18. Info Market

 

Jasa Publikasi di 150+ Website

Baca Artikel Lain

komunikasi
Akademika

Teknik Berbicara, Strategi Penyampaian dan Pengelolaan Kecemasan Komunikasi Lisan

14/10/2026
public speaking
Akademika

Di Era Digital, Mengapa Kemampuan Berbicara di Depan Umum Penting?

14/10/2026
bicara umum
Akademika

Manfaat Public Speaking untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri

13/10/2026
bicara di depan umum
Akademika

Gagasan Cemerlang yang Tenggelam di Atas Panggung: Mengapa Cara Menyampaikan Sama Pentingnya dengan Isi

13/10/2026
Previous Next

Ikon Logo Inilah Kita

Jasa Blogroll & Publikasi Artikel

Promo UKM | Wisata Indonesia | Media Outsourcing | Beasiswa Kampus | Indonesia Sentris | Seputar Rumah | Seputar Keamanan | Kota Surabaya | Info Nasional | Info Perkotaan | Ini Bekasi | Suara Muslim | Seputar Masjid | Seputar Halal | Seputar Kuliner | Suara Pesantren |Kesehatan | Portal Mahasiswa | Kirim Artikel | Info Pasar

Kategori

  • Akademika
  • DialeKita
  • Generasi
  • Kiat Kita
  • Komunitas
  • Nusantara
  • Sekitar Kita

Inilah Kita

  • About
  • Kontak
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media
  • Term & Condition
Seedbacklink

Inilah Kita – Inspirasi, Informasi, dan Budaya IndonesiaInilah Kita – Inspirasi, Informasi, dan Budaya Indonesia
©2024 Inilah Kita
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?