Bogor – Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HIMMPRO KPI) bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (HIMMPRO BKPI) Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor sukses menyelenggarakan Bootcamp Public Speaking pada Selasa, 27 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Gedung C IUQI Bogor dengan mengusung tema “Berhenti Mencari Atensi, Mulai Membangun Koneksi.”
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami bahwa komunikasi publik yang efektif adalah komunikasi yang mampu membangun koneksi, kepercayaan, dan pengaruh positif. Di tengah tantangan komunikasi generasi muda yang semakin kompleks dan serba instan, kemampuan public speaking yang beretika, empatik, dan bermakna menjadi keterampilan penting dalam dunia akademik, organisasi, maupun profesional.
Bootcamp ini menghadirkan narasumber inspiratif, Restu Amaludin Barko, S.Sos., Founder Jaco Cuap Community, sebuah komunitas yang berfokus pada pengembangan public speaking. Dalam pemaparannya, Restu menegaskan bahwa public speaking bukan sekadar berbicara di depan banyak orang, melainkan bagaimana pesan dapat tersampaikan dengan empati dan tujuan yang jelas.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Dekanat, Ketua Program Studi, perwakilan BEM, MPM, HIMMPRO, panitia pelaksana, serta peserta yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh semangat. Kehadiran berbagai unsur civitas akademika tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan soft skill mahasiswa IUQI Bogor.
Acara berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta praktik langsung yang melibatkan peserta. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi tanya jawab dan simulasi yang disiapkan oleh narasumber.
Melalui kolaborasi antara HIMMPRO KPI dan HIMMPRO BKPI IUQI Bogor, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan mahasiswa yang komunikatif, percaya diri, serta memiliki kemampuan public speaking yang efektif dalam membangun relasi. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai ruang peningkatan kapasitas mahasiswa di bidang komunikasi publik dan pengembangan diri. (Irfan)
