Inilahkita.com | Jakarta–Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara individu berkomunikasi, belajar, dan membangun citra diri. Di era digital saat ini, media sosial dan platform online tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media untuk menunjukkan potensi, keterampilan, dan identitas diri. Kondisi ini membuat personal branding menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki generasi muda, termasuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dipersiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja.
Personal branding merupakan proses membangun dan menampilkan citra diri yang positif, unik, dan profesional agar dikenal oleh orang lain. Bagi siswa SMK, personal branding dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat. Melalui personal branding yang baik, siswa dapat menunjukkan kompetensi, minat, serta keahlian yang dimiliki sehingga memiliki nilai tambah di mata dunia industri.
Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa SMK yang menggunakan media sosial tanpa memahami dampaknya terhadap citra diri dan masa depan karier mereka. Sebagian siswa belum menyadari bahwa jejak digital yang mereka tinggalkan dapat memengaruhi penilaian orang lain, termasuk pihak perusahaan atau institusi pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang tepat agar siswa mampu memanfaatkan media digital secara bijak dan produktif.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mahasiswa Universitas Pamulang hadir sebagai salah satu upaya memberikan edukasi tersebut. Melalui kegiatan PKM, mahasiswa memberikan pemahaman kepada siswa SMK PGRI 37 Jakarta mengenai pentingnya personal branding di era digital. Edukasi ini mencakup cara membangun citra diri yang positif, etika bermedia sosial, serta strategi menampilkan potensi diri melalui platform digital.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi, penyampaian materi, diskusi interaktif, dan contoh praktik sederhana dalam membuat profil digital yang profesional. Metode ini dipilih agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung. Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif selama sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mulai memahami pentingnya menjaga citra diri di media sosial dan mulai menyadari bahwa personal branding dapat mendukung masa depan karier mereka. Siswa juga memperoleh wawasan mengenai cara menampilkan keahlian dan prestasi secara positif di platform digital. Hal ini menjadi langkah awal dalam membentuk kesadaran digital di kalangan siswa SMK.
Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman siswa SMK PGRI 37 Jakarta mengenai personal branding di era digital. Edukasi semacam ini penting untuk terus dilakukan agar generasi muda lebih siap menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Dengan personal branding yang baik, siswa diharapkan mampu membangun citra profesional sejak dini dan memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk pengembangan diri.[]
