Leuwiliang – Semangat intelektual dan ukhuwah Islamiyah terasa begitu kental di Alun-Alun Kecamatan Leuwiliang pada Sabtu, 28 Februari 2026. Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himmpro) Manajemen Bisnis Syari’ah sukses menyelenggarakan Ruang Deliberatif bertajuk “Siapkah Indonesia Memasuki Revolusi Industri 5.0?” yang dihadiri oleh mahasiswa Institut Ummul Quro Al Islami Bogor serta masyarakat sekitar.
Bertempat di ruang terbuka yang asri dan penuh kehangatan kebersamaan, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi ilmiah antara Mahasiswa dan masyarakat. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya diskusi yang dikemas secara interaktif dan reflektif. Dengan beralaskan tikar sederhana dan dikelilingi semangat kebersamaan, forum tersebut menghadirkan suasana musyawarah yang hidup dan penuh makna.
Pemantik Diskusi menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi biasa, melainkan upaya membangkitkan kesadaran generasi muda akan tantangan zaman. Revolusi Industri 5.0, yang menekankan kolaborasi antara teknologi canggih dan nilai-nilai kemanusiaan, menjadi topik yang relevan untuk dikaji secara mendalam, khususnya dalam perspektif ekonomi dan bisnis syari’ah.
“Mahasiswa hari ini harus menjadi pelopor perubahan. Bukan hanya cakap teknologi, tetapi juga kokoh dalam nilai dan moralitas. Revolusi Industri 5.0 menuntut integrasi antara kecerdasan buatan dan kecerdasan ruhani,” ungkap pemantik dalam sesi diskusi.
Diskusi berkembang dinamis. Para mahasiswa menyampaikan pandangan kritis seputar kesiapan sumber daya manusia Indonesia, peran pendidikan Islam dalam membentuk generasi adaptif, hingga pentingnya penguatan ekonomi berbasis syari’ah sebagai fondasi menghadapi transformasi global. Masyarakat yang turut hadir pun memberikan respons positif dan menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini terus berlanjut.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa bukan hanya insan akademik yang berkutat di ruang kelas, tetapi juga agen perubahan yang hadir di tengah masyarakat. Sinergi antara kampus dan lingkungan sekitar menjadi langkah strategis dalam membangun peradaban yang berlandaskan ilmu dan iman.
Dengan terselenggaranya Ruang Deliberatif ini, Himmpro Manajemen Bisnis Syari’ah menunjukkan komitmennya dalam membina tradisi diskusi ilmiah serta menumbuhkan kesadaran kolektif menghadapi tantangan Revolusi Industri 5.0. Harapannya, kegiatan ini menjadi pemantik semangat bagi generasi muda untuk terus belajar, berpikir kritis, dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan umat.
Sebagaimana semangat yang senantiasa digaungkan: bergerak berdampak

