Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, terutama pada kalangan anak dan remaja. Kehadiran media sosial, aplikasi belanja online, game digital, serta kemudahan transaksi elektronik membuat siswa semakin akrab dengan budaya konsumsi modern. Berbagai kebutuhan dapat diperoleh secara instan hanya melalui telepon genggam. Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat tantangan besar, yaitu meningkatnya perilaku konsumtif pada siswa akibat kurangnya pemahaman mengenai literasi keuangan. Oleh karena itu, edukasi manajemen konsumsi menjadi sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang cerdas dan bijak dalam menggunakan uang di era digital.
Manajemen konsumsi adalah kemampuan seseorang dalam merencanakan, mengatur, dan mengendalikan pengeluaran agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak siswa yang sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Pengaruh tren media sosial dan iklan digital sering membuat siswa membeli barang hanya untuk mengikuti gaya hidup. Jika kebiasaan tersebut terus terjadi, maka dapat menimbulkan perilaku boros dan kurangnya tanggung jawab terhadap penggunaan uang.
Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah teknik Value For Money. Konsep ini mengajarkan bahwa setiap pengeluaran harus memberikan manfaat yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Prinsip Value For Money terdiri dari tiga unsur utama, yaitu ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. Ekonomi berarti menggunakan uang secara hemat, efisiensi berarti memanfaatkan sumber daya secara optimal, sedangkan efektivitas berarti memastikan tujuan penggunaan uang tercapai dengan baik. Dengan memahami konsep ini, siswa dapat belajar berpikir lebih kritis sebelum membeli suatu barang atau menggunakan layanan tertentu
Penerapan teknik Value For Money dapat dilakukan melalui pengelolaan uang saku harian. Siswa diajarkan membagi uang ke dalam beberapa pos, seperti kebutuhan, tabungan, dan berbagi. Cara sederhana ini dapat membantu siswa memahami pentingnya menentukan prioritas pengeluaran. Selain itu, kebiasaan menabung juga perlu ditanamkan sejak dini agar siswa memiliki kesadaran untuk mempersiapkan kebutuhan di masa depan. Literasi keuangan sejak usia sekolah sangat penting karena kebiasaan finansial yang dibentuk sejak dini akan memengaruhi perilaku ekonomi seseorang di masa mendatang.
Dalam proses pembelajaran, pendekatan edutainment menjadi metode yang efektif untuk diterapkan kepada siswa. Metode ini menggabungkan unsur pendidikan dan hiburan melalui diskusi, permainan edukatif, simulasi pengelolaan uang, serta sesi tanya jawab interaktif. Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat siswa lebih aktif dan mudah memahami materi yang diberikan. Selain itu, suasana belajar yang interaktif juga dapat meningkatkan minat siswa dalam mempelajari literasi keuangan.
Edukasi manajemen konsumsi tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan mengelola uang, tetapi juga membentuk karakter positif pada siswa. Melalui teknik Value For Money, siswa dilatih untuk menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan finansial. Karakter tersebut sangat penting di era digital karena siswa hidup di tengah perkembangan teknologi yang menawarkan berbagai bentuk konsumsi instan. Dengan kemampuan mengendalikan diri, siswa tidak mudah terpengaruh oleh gaya hidup konsumtif dan mampu menggunakan uang secara lebih bijak.
Sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Universitas Pamulang juga aktif melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berkaitan dengan literasi keuangan. Berbagai program edukasi mengenai pengelolaan keuangan digital dan pentingnya menabung telah dilakukan kepada siswa sekolah maupun masyarakat umum. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya literasi keuangan sejak dini.
Selain sekolah, keluarga juga memiliki peran besar dalam mendukung pembentukan karakter finansial siswa. Orang tua dapat memberikan contoh sederhana dalam mengatur pengeluaran rumah tangga, mengajarkan pentingnya menabung, dan membiasakan anak membeli barang sesuai kebutuhan. Kerja sama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar akan membantu siswa membangun kebiasaan finansial yang sehat dan bertanggung jawab.
Secara keseluruhan, edukasi manajemen konsumsi melalui teknik Value For Money merupakan langkah penting dalam membentuk karakter siswa yang cerdas di era digital. Dengan pemahaman literasi keuangan yang baik, siswa diharapkan mampu menggunakan uang secara bijak, mengurangi perilaku konsumtif, dan mengambil keputusan finansial yang lebih bertanggung jawab. Pendidikan literasi keuangan sejak dini akan membantu menciptakan generasi muda yang disiplin, mandiri, dan siap menghadapi perkembangan zaman.
Sumber Referensi :
Universitas Pamulang. 2023. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dan Literasi Keuangan. Tangerang Selatan: Universitas Pamulang.
[Otoritas Jasa Keuangan (OJK)] 2022. Literasi Keuangan untuk Generasi Muda. Jakarta: OJK.
Bank Indonesia. 2021. Edukasi Keuangan Digital bagi Pelajar. Jakarta: Bank Indonesia.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2022. Pendidikan Karakter di Era Digital. Jakarta: Kemendikbudristek.
Mardiasmo. 2018. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi Offset.
Sina, Peter Garlans. 2014. Motivasi sebagai Penentu Perencanaan Keuangan Keluarga. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis.
[Universitas Pamulang] 2024. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Bidang Literasi Keuangan. Tangerang Selatan: Universitas Pamulang.
