By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inilah KitaInilah KitaInilah Kita
  • Home
  • Sekitar Kita
  • DialeKita
  • Nusantara
  • Akademika
  • Komunitas
  • Generasi
  • Kiat Kita
Reading: Generasi Z dan Krisis Makna Komunikasi Tatap Muka
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Inilah KitaInilah Kita
Font ResizerAa
  • Home
  • Sekitar Kita
  • DialeKita
  • Nusantara
  • Akademika
  • Komunitas
  • Generasi
  • Kiat Kita
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inilah Kita
Inilah Kita > Blog > DialeKita > Generasi Z dan Krisis Makna Komunikasi Tatap Muka
DialeKita

Generasi Z dan Krisis Makna Komunikasi Tatap Muka

Siti Nur Rahmah (Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor)

Redaksi Kita
Redaksi Kita Published 09/01/2026
Share
siti nur rahmah
SHARE

Inilahkita.com | Di tengah derasnya arus digitalisasi, cara manusia berkomunikasi mengalami perubahan yang sangat cepat. Bagi Generasi Z, generasi yang lahir dan tumbuh bersama internet dan media sosial, komunikasi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, kemudahan tersebut secara perlahan memunculkan persoalan baru, yakni semakin memudarnya makna komunikasi tatap muka.

Komunikasi tatap muka sejatinya merupakan bentuk interaksi paling mendasar dalam kehidupan sosial manusia. Melalui pertemuan langsung, pesan tidak hanya disampaikan lewat kata-kata, tetapi juga melalui ekspresi wajah, bahasa tubuh, kontak mata, serta intonasi suara. Unsur-unsur inilah yang memungkinkan terjadinya pemahaman yang lebih mendalam dan manusiawi. Sayangnya, dalam realitas saat ini, komunikasi semacam itu semakin jarang terjadi.

Generasi Z dikenal sebagai generasi yang sangat aktif di ruang digital. Media sosial menjadi tempat utama untuk berinteraksi, membangun relasi, mengekspresikan pendapat, bahkan membentuk identitas diri. Namun, ketergantungan yang berlebihan terhadap komunikasi berbasis layar berpotensi mengurangi kemampuan berinteraksi secara langsung. Tidak sedikit anak muda yang merasa canggung, kurang percaya diri, atau kesulitan menyampaikan gagasan ketika harus berbicara secara tatap muka.

Pola komunikasi digital yang serba cepat dan singkat turut memperkuat kondisi tersebut. Pesan sering kali disampaikan secara ringkas tanpa konteks emosi yang jelas. Akibatnya, komunikasi menjadi dangkal dan kehilangan kedalaman makna. Ketika kebiasaan ini terbawa ke interaksi langsung, percakapan cenderung bersifat formal dan fungsional, bukan sebagai ruang untuk membangun pemahaman dan kedekatan emosional.

Krisis makna komunikasi tatap muka berdampak langsung pada kualitas hubungan sosial. Relasi pertemanan, keluarga, hingga hubungan akademik dan profesional berisiko menjadi kurang kuat jika hanya bertumpu pada komunikasi digital. Kesalahpahaman pun lebih mudah terjadi karena pesan tertulis tidak selalu mampu mewakili maksud dan perasaan secara utuh.

Dalam dunia pendidikan, gejala ini mulai terlihat dengan jelas. Diskusi kelas yang seharusnya menjadi ruang aktif pertukaran ide sering kali berlangsung pasif. Mahasiswa lebih nyaman menyampaikan pendapat melalui pesan daring dibandingkan berbicara langsung. Padahal, komunikasi tatap muka memiliki peran penting dalam melatih keberanian, empati, serta kemampuan berpikir kritis.

Meski demikian, teknologi digital tidak sepenuhnya dapat disalahkan. Kehadirannya membawa banyak manfaat, mulai dari kemudahan akses informasi hingga perluasan jaringan komunikasi. Persoalan muncul ketika penggunaan teknologi tidak diimbangi dengan kesadaran akan pentingnya interaksi langsung. Komunikasi tatap muka bukanlah sesuatu yang usang, melainkan fondasi utama dalam membangun hubungan sosial yang sehat dan bermakna.

Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk menghidupkan kembali nilai komunikasi tatap muka. Keluarga dapat menjadi ruang awal untuk membiasakan dialog langsung yang terbuka dan hangat. Lembaga pendidikan perlu menciptakan lebih banyak kegiatan yang mendorong interaksi langsung. Sementara itu, masyarakat perlu menumbuhkan budaya komunikasi yang menghargai kehadiran fisik dan keterlibatan emosional.

Pada akhirnya, Generasi Z dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan kehidupan digital dengan realitas sosial. Teknologi seharusnya memperkuat, bukan menggantikan, nilai-nilai komunikasi manusiawi. Dengan menjaga dan menghidupkan kembali makna komunikasi tatap muka, Generasi Z dapat tumbuh menjadi generasi yang cakap secara digital sekaligus matang secara sosial.[]

TAGGED:digitalGenerasi Zkomunikasirelasi
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Email
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article pkm univ pamulang-1 PKM Mahasiswa Unpam Fokuskan Program Pencegahan Bullying di Sekolah

Latest News

pkm univ pamulang-1
PKM Mahasiswa Unpam Fokuskan Program Pencegahan Bullying di Sekolah
Akademika
mahasiswa ummul quro
Ironi Dunia Pendidikan: Tempat yang Seharusnya Aman Justru Melahirkan Ancaman
DialeKita
magang industri UTM
Fakultas Keislaman UTM Gelar Pembekalan Magang Industri
Akademika
blogger terpopuler 2025 ok (1)
Seedbacklink Summit 2026 Berikan Penghargaan ke Fathurroji sebagai Blogger Terpopuler 2025
Sekitar Kita
Ada Peringatan Hari Bahasa Arab Sedunia loh, Kemarin? Yuk, Cari Tau Negara Mana Saja yang Memperingati, Termasuk Indonesia kah?
Akademika
kegiatan PKM Unpam
PKM Mahasiswa Unpam Berdayakan Panti Asuhan Annajah lewat Recycle Barang Bekas
Akademika
Memilih Jasa Anti Rayap Profesional agar Hunian Aman
Sekitar Kita

JASA ARTIKEL SEO

Mau website usaha Anda mudah ditemukan dalam mesin pencari Google? Digital Media Labs melayani jasa penulisan artikel SEO.
Hubungi kami di: 081297176001

Jasa Blogroll & Publikasi

  1. Suara Muslim
  2. Seputar Masjid
  3. Seputar Halal
  4. Seputar Kuliner
  5. Seputar Kesehatan
  6. Promo UKM
  7. Wisata Indonesia
  8. Inilah Kita
  9. Beasiswa Kampus
  10. Indonesia Sentris
  11. Seputar Rumah
  12. Seputar Keamanan
  13. Kota Surabaya
  14. Info Nasional
  15. Info Perkotaan
  16. Berita Santai
  17. Berita Kamera
  18. Suara Pesantren

 

Jasa Publikasi di 150+ Website

Baca Artikel Lain

DialeKita

Peran Komunikasi Bisnis dalam Meningkatkan Minat Konsumen

06/12/2025
komunikasi
DialeKita

Komunikasi Intrapersonal: Bicara ‘Sehat’ dengan Diri Sendiri Agar Kerja Lancar

28/11/2025
belajar digital
DialeKita

Fenomena Mahasiswa Andalkan AI, Alat Bantu Belajar di Era Digital

23/11/2025
DialeKita

Peran Etika Komunikasi Dalam Hubungan Professional

19/11/2025
Previous Next

Ikon Logo Inilah Kita

Jasa Blogroll & Publikasi Artikel

Promo UKM | Wisata Indonesia | Media Outsourcing | Beasiswa Kampus | Indonesia Sentris | Seputar Rumah | Seputar Keamanan | Kota Surabaya | Info Nasional | Info Perkotaan | Ini Bekasi | Suara Muslim | Seputar Masjid | Seputar Halal | Seputar Kuliner | Suara Pesantren |Kesehatan | Portal Mahasiswa | Kirim Artikel

Kategori

  • Akademika
  • DialeKita
  • Generasi
  • Kiat Kita
  • Komunitas
  • Nusantara
  • Sekitar Kita
  • Uncategorized
  • Wisata

Inilah Kita

  • About
  • Kontak
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media
  • Term & Condition
Seedbacklink

Inilah KitaInilah Kita
©2024 Inilah Kita
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?