Inilahkita.com | Riset dan publikasi ilmiah merupakan indikator fundamental dalam menentukan mutu serta daya saing Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Namun, tata kelola riset di lingkungan ini seringkali terjebak pada formalitas administratif dan lemahnya integritas akademik. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep manajemen riset dan publikasi ilmiah yang mengintegrasikan prinsip profesionalitas manajemen modern dengan nilai-nilai luhur Islam.
Melalui metode kajian pustaka (library research), ditemukan bahwa manajemen riset Islami tidak hanya menuntut efisiensi teknis, tetapi juga penguatan aspek spiritualitas melalui konsep amanah, sidq (kejujuran), dan tabligh (diseminasi ilmu). Strategi penguatan harus melibatkan kebijakan institusi yang suportif, pemanfaatan teknologi, dan internalisasi adab keilmuan untuk mewujudkan riset yang bermanfaat bagi umat (maslahah). Kesimpulannya, sinergi antara standar global dan nilai lokal-Islami adalah kunci menuju transformasi PTKI sebagai pusat keunggulan intelektual yang beradab.
Dalam ekosistem akademik modern, riset dan publikasi adalah “mata uang” yang menentukan reputasi institusi. Bagi Perguruan Tinggi Islam, tuntutan ini berlipat ganda: selain harus memenuhi standar indeksasi global seperti Scopus atau Web of Science, mereka juga memikul tanggung jawab moral untuk memproduksi ilmu pengetahuan yang selaras dengan nilai-nilai tauhid.
Namun, realitas menunjukkan adanya kesenjangan (gap) yang lebar. Banyak peneliti di lingkungan PTKI masih menghadapi hambatan budaya riset yang lemah, keterbatasan akses jurnal, hingga isu etika seperti plagiarisme dan jurnal predator. Masalah utamanya terletak pada tata kelola (manajemen) yang belum terintegrasi antara sistem operasional dan nilai etis. Oleh karena itu, diperlukan reorientasi manajemen riset yang profesional sekaligus bernafaskan Islam. Artikel ini akan membedah bagaimana manajemen riset dan publikasi dikelola sebagai bentuk ibadah intelektual yang terukur.
Secara teoritis, manajemen riset adalah aplikasi fungsi-fungsi manajemen dalam siklus penemuan pengetahuan.
Publikasi ilmiah merupakan muara dari riset. Ia berfungsi sebagai instrumen validasi oleh komunitas ilmiah. Dalam konteks Tri Dharma, publikasi adalah bukti bahwa ilmu pengetahuan telah “terlahir” dan siap untuk diuji kemanfaatannya.
Dalam perspektif Islam, riset adalah proses tadabbur dan tafakkur terhadap ayat-ayat Allah (baik kauniyah maupun qauliyah).
Manajemen riset dimulai dari penataan niat (niyyah). Riset bukan sekadar mencari angka kredit (KUM), melainkan upaya menyingkap kebenaran demi kemaslahatan. Sebagaimana pendapat Al-Ghazali, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan memberi manfaat bagi sesama.
Prinsip-Prinsip Manajemen Islami di antaranya:
SDM di PTKI harus dikelola dengan prinsip al-qawiyyu al-amin (kuat secara kompetensi dan terpercaya secara karakter). Manajemen harus memfasilitasi peningkatan kapasitas (up-skilling) peneliti melalui halaqah ilmiah dan pelatihan metodologi kontemporer.
Publikasi ilmiah adalah jembatan antara pemikir dan masyarakat. Dalam Islam, menyembunyikan ilmu (kitman al-ilm) merupakan dosa besar.
Etika publikasi dalam Islam mencakup:
Pengelola jurnal di PTKI harus profesional (bersifat itqan). Proses peer–review harus objektif dan konstruktif. Kebijakan Open Access (akses terbuka) sangat dianjurkan dalam Islam karena mempercepat penyebaran rahmat ilmu pengetahuan ke seluruh penjuru dunia tanpa hambatan biaya (dakwah saintifik).
Adapun tantangan Internal dan Eksternalnya adalah, sebagai berikut:
Strategi Penguatan (Analisis Solutif)
Jadi, manajemen riset dan publikasi ilmiah islami adalah sintesis antara manajemen profesional (POAC) dengan nilai-nilai akhlakul karimah. Keberhasilan PTKI tidak hanya diukur dari jumlah artikel di Scopus, tetapi dari sejauh mana artikel tersebut membawa perubahan positif (maslahah) dan ditulis dengan integritas tinggi.
Implikasi penerapan manajemen ini akan meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap intelektualitas Muslim.
DAFTAR PUSTAKA
Haidar Putra Daulay. (2022). Pendidikan Islam di Indonesia: Historis, Filosofis, dan Praktis. Jakarta: Kencana.
Khotimah. (2023). Manajemen Pendidikan Tinggi Islam: Teori dan Implementasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ahmad, S., & Hasan, M. (2021). “Ethics of Scientific Publication: An Islamic Perspective on Plagiarism and Intellectual Property.” Journal of Islamic Studies and Culture, 9(1).
Fauzi, A. (2020). “Manajemen Publikasi Ilmiah di Perguruan Tinggi: Studi Kasus Pengelolaan Jurnal Menuju Indeksasi Global.” Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 8(1).
Mahrus, E., dkk. (2021). “Budaya Riset di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN): Tantangan dan Strategi.” Jurnal Pendidikan Islam, 10(2).
Mubarok, R. (2022). “Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Mutu Dosen di PTKI.” Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(1).
Naim, N. (2023). “Integritas Akademik dan Adab Keilmuan dalam Tradisi Intelektual Islam.” Jurnal Pemikiran Keislaman, 34(1).
Purwati, dkk. (2024). “Development of Research Roadmap in Islamic Higher Education: A Management Review.” International Journal of Educational Management, 12(2).
Rohman, M., & Mukhibat. (2021). “Manajemen Publikasi Jurnal Ilmiah di Perguruan Tinggi Islam: Dari Lokal Menuju Internasional.” Jurnal Manajemen Pendidikan, 16(1).
Sulaeman, E. (2022). “Etika Penulisan Karya Ilmiah: Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia.” Jurnal Hukum dan Etika, 4(3).
Yusuf, M. (2020). “Optimalisasi Pengelolaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) di PTKI.” Jurnal Riset Manajemen, 7(4).
Zuhdi, M. (2022). “The Challenges of Islamic Higher Education in the Global Era: Research and Innovation.” Journal of Islamic Higher Education, 5(2).
