Inilahkita.com | Jakarta–Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja, khususnya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), mengenai pentingnya manajemen waktu dan pengendalian emosi di era digital yang semakin berkembang pesat.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada Kamis, 28 Agustus 2025 di SMK Al-Makmur dengan mengusung tema “Scroll Boleh, Stres Jangan: Manajemen Waktu dan Emosi di Era Digital untuk Remaja.” Tema ini dipilih karena tingginya intensitas penggunaan gawai dan media sosial di kalangan remaja yang sering kali tidak diimbangi dengan kemampuan mengatur waktu dan emosi secara sehat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti menurunnya konsentrasi belajar, gangguan pola tidur, hingga meningkatnya tingkat stres.

Di era digital saat ini, remaja dihadapkan pada berbagai tuntutan, baik akademik maupun sosial. Media sosial sering menjadi ruang perbandingan diri (social comparison) yang dapat memengaruhi kepercayaan diri dan kesehatan mental. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini para siswa diajak untuk memahami bahwa penggunaan teknologi bukanlah hal yang harus dihindari, melainkan perlu dikelola secara bijak agar tidak berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaan kegiatan, tim PKM menyampaikan materi mengenai pentingnya manajemen waktu bagi remaja, termasuk cara menyusun prioritas kegiatan antara belajar, istirahat, dan hiburan. Selain itu, siswa juga dibekali dengan pemahaman mengenai pengelolaan emosi, seperti mengenali tanda-tanda stres, mengendalikan emosi negatif, serta membangun pola pikir yang lebih positif dalam menghadapi tekanan akademik maupun sosial.
Kegiatan ini tidak hanya bersifat penyampaian materi satu arah, tetapi juga dikemas secara interaktif melalui diskusi kelompok, simulasi penyusunan jadwal harian, serta praktik sederhana seperti teknik pernapasan (mindful breathing) dan refleksi diri. Dengan pendekatan partisipatif tersebut, siswa terlihat lebih aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan serta berani berbagi pengalaman pribadi terkait kebiasaan penggunaan gawai dan tekanan yang mereka rasakan.
Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan para siswa mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya keseimbangan hidup di era digital. Remaja diharapkan tidak hanya cakap dalam menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan mengatur waktu dengan baik serta mengelola emosi secara sehat. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin, produktif, dan memiliki ketahanan mental yang baik dalam menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam mendukung pembentukan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan emosional. Tim pelaksana berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan agar literasi kesehatan mental dan manajemen diri di kalangan remaja semakin meningkat.
Penulis
“Nia Kurnia, Syalsa Nurkholisa, Zerlina Alfiyah (Mahasiswa Universitas Pamulang)
