By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inilah Kita – Inspirasi, Informasi, dan Budaya IndonesiaInilah Kita – Inspirasi, Informasi, dan Budaya IndonesiaInilah Kita – Inspirasi, Informasi, dan Budaya Indonesia
  • Home
  • Sekitar Kita
  • DialeKita
  • Nusantara
  • Akademika
  • Komunitas
  • Generasi
  • Kiat Kita
Reading: Warisan Buruk Menghafal Naskah Saat Public Speaking
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Inilah Kita – Inspirasi, Informasi, dan Budaya IndonesiaInilah Kita – Inspirasi, Informasi, dan Budaya Indonesia
Font ResizerAa
  • Home
  • Sekitar Kita
  • DialeKita
  • Nusantara
  • Akademika
  • Komunitas
  • Generasi
  • Kiat Kita
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inilah Kita
Inilah Kita – Inspirasi, Informasi, dan Budaya Indonesia > Blog > Akademika > Warisan Buruk Menghafal Naskah Saat Public Speaking
Akademika

Warisan Buruk Menghafal Naskah Saat Public Speaking

Tiara Azzahra Aproditha (Mahasiswa Universitas Pamulang)

Redaksi Kita
Redaksi Kita Published 13/10/2026
Share
bicara depan umum
SHARE

Inilah Kita | Ingatkah kamu saat berbicara di depan umum seperti lomba pidato saat kecil atau presentasi kelas? Itu lah yang disebut public speaking. Sejak duduk di bangku sekolah banyak dari kita diperkenalkan pada public speaking lewat struktur yang kaku, mulai dari pembukaan, isi, hingga penutup dinilai satu persatu dan harus berurut. Hal ini menimbulkan kebiasaan kaku dalam public speaking yang akhirnya terus terbawa hingga dunia kuliah dan kerja, di mana presentasi seringkali disiapkan dengan cara yang serupa, yakni dihafal kata per kata sampai-sampai tidak ada ruang untuk berimprovisasi, seolah satu kesalahan kecil akan merusak keseluruhan penyampaian.

Kebiasaan yang cukup buruk ini dilanggengkan dengan sistem pendidikan yang mengajarkan public speaking lewat hafalan dan struktur baku yang kaku. Pembicara yang menghafal naskah kata per kata seringkali menjadi panik dan kehilangan arah saat lupa satu kalimat, padahal sebenarnya pendengar lebih peduli pada pesan apa yang disampaikan.

Metode hafalan, yang juga dikenal sebagai memoriter, sebenarnya membuat pembicara terlihat kaku dan kurang dalam improvisasi, akibatnya pembicara sulit membangun koneksi interaktif dengan pendengar karena sifatnya yang satu arah.

Temuan lain juga menunjukkan hasil yang serupa, di mana pembicara yang menghafal naskahnya kata demi kata cenderung terdengar robotik, kehilangan spontanitas, dan mudah panik ketika mereka melupakan satu bagian.

Hal ini sebenarnya bukan kebetulan, faktanya ini sudah tertanam sejak lama di mana rubrik penilaian untuk kompetisi-kompetisi public speaking tingkat sekolah, misalnya, menempatkan penekanan yang baku pada struktur penyampaian dimulai dari pengantar, isi, lalu penutup. Bahkan ketika ada satu bagian dari struktur tersebut hilang atau tampak terlalu singkat, skor secara otomatis menurun, terlepas dari seberapa kuat pesan yang disampaikan.

Bukan berarti penilaian yang terstruktur itu keliru, Kompetisi ataupun forum public speaking tetap memerlukan kriteria yang jelas dan objektif, supaya penilaian tidak sekedar mengandalkan selera dan subjektif. Seharusnya, yang dikhawatirkan adalah apa yang diukur bukan perlu atau tidaknya kriteria itu ada. Selama ini, kriteria yang dipakai lebih umum terkait seberapa taat pada aturan baku bukan seberapa jelas pesan disampaikan dengan baik. Dua hal ini memang terasa berkaitan, padahal keduanya tidak selalu beriringan.

Ada beberapa hal yang bisa mulai dilatih dan digunakan saat public speaking supaya nantinya tidak terjebak pada hafalan naskah.

  1. Kenali dulu siapa pendengarmu, karena cara bicara kepada teman sebaya tentu berbeda dengan seseorang yang lebih tua atau yang lebih muda. Dengan mengenali pendengar, nantinya mereka akan merasa diperhatikan dan diikutsertakan dalam pembicaraan tersebut.
  2. Kuasai materi dan susun poin-poin pentingnya saja, cukup untuk menjadi pegangan arah bukan naskah yang harus diucapkan persis sama. Sebab, pembicara yang terdengar mahir public speaking dan memiliki spontanitas sekalipun sebenarnya tetap punya alur pikir yang jelas di kepalanya, hanya saja yang mereka lakukan bukan menghafal kata per kata, melainkan menguasai poin-poinnya.
  3. Gunakan alat bantu seperti catatan kecil untuk membantu menjaga fokus tanpa harus menghafal semuanya di kepala.
  4. Ketika gugup tidak perlu memaksakan diri untuk menatap langsung pada mata pendengar jika itu akan membuat fokus buyar, pembicara dapat melihat ke arah kening pendengar untuk menjaga kontak yang terasa alami.
  5. Kurangi kebiasaan mengisi jeda dengan “eee…”, karena sebenarnya diam sejenak justru terdengar lebih meyakinkan dibanding dengan gumaman yang terburu-buru.
  6. Sering-sering lah latihan, bukan latihan menghafal kata perkata, namun latihan menyampaikan pesan secara lugas dan nyaman.

Dosen Pengampu: Melda Wiguna, S.E., M.M.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Email
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Perilaku Keuangan Generasi Z
Next Article komunikasi publik Komunikasi Publik yang Efektif: Antara Bahasa Tubuh, Suara, dan Struktur Pesan

Latest News

bicara umum
Manfaat Public Speaking untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri
Akademika
bicara di depan umum
Gagasan Cemerlang yang Tenggelam di Atas Panggung: Mengapa Cara Menyampaikan Sama Pentingnya dengan Isi
Akademika
komunikasi publik
Komunikasi Publik yang Efektif: Antara Bahasa Tubuh, Suara, dan Struktur Pesan
Akademika
Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Perilaku Keuangan Generasi Z
Akademika
bicara di depan umum
Gugup Itu Normal: Cara Berdamai dengan Rasa Takut Saat Berbicara di Depan Publik
Akademika
Public Speaking: Keterampilan yang Menentukan Kesempatan
Akademika
public speaking
Public Speaking Bukan Sekadar Berani Bicara
Akademika

JASA ARTIKEL SEO

Mau website usaha Anda mudah ditemukan dalam mesin pencari Google? Digital Media Labs melayani jasa penulisan artikel SEO.
Hubungi kami di: 081297176001

Jasa Blogroll & Publikasi

  1. Suara Muslim
  2. Seputar Masjid
  3. Seputar Halal
  4. Seputar Kuliner
  5. Seputar Kesehatan
  6. Promo UKM
  7. Wisata Indonesia
  8. Beasiswa Kampus
  9. Indonesia Sentris
  10. Seputar Rumah
  11. Seputar Keamanan
  12. Kota Surabaya
  13. Info Nasional
  14. Info Perkotaan
  15. Berita Santai
  16. Berita Kamera
  17. Suara Pesantren
  18. Info Market

 

Jasa Publikasi di 150+ Website

Baca Artikel Lain

public speaking
Akademika

Lebih dari Sekadar Teknik: Pentingnya Etika dalam Public Speaking

12/10/2026
Akademika

Navigasi Finansial Gen Z: Trik Cerdas Mahasiswa Mengelola Uang Tanpa Mengorbankan Lifestyle

12/10/2026
bicara depan orang
Akademika

Komunikatif dan Interaktif Dalam Public Speaking: Kunci Membangun Komunikasi Efektif

10/10/2026
talent
Akademika

Jangan Jadi Pawang, Jadilah Ekosistem: Merajut Talent Management yang Bikin Karyawan Betah Tanpa Perlu Disogok

09/10/2026
Previous Next

Ikon Logo Inilah Kita

Jasa Blogroll & Publikasi Artikel

Promo UKM | Wisata Indonesia | Media Outsourcing | Beasiswa Kampus | Indonesia Sentris | Seputar Rumah | Seputar Keamanan | Kota Surabaya | Info Nasional | Info Perkotaan | Ini Bekasi | Suara Muslim | Seputar Masjid | Seputar Halal | Seputar Kuliner | Suara Pesantren |Kesehatan | Portal Mahasiswa | Kirim Artikel | Info Pasar

Kategori

  • Akademika
  • DialeKita
  • Generasi
  • Kiat Kita
  • Komunitas
  • Nusantara
  • Sekitar Kita

Inilah Kita

  • About
  • Kontak
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media
  • Term & Condition
Seedbacklink

Inilah Kita – Inspirasi, Informasi, dan Budaya IndonesiaInilah Kita – Inspirasi, Informasi, dan Budaya Indonesia
©2024 Inilah Kita
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?