By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inilah KitaInilah KitaInilah Kita
  • Home
  • Sekitar Kita
  • DialeKita
  • Nusantara
  • Akademika
  • Komunitas
  • Generasi
  • Kiat Kita
Reading: Teori Keputusan: Seni Memilih di Tengah Ketidakpastian
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Inilah KitaInilah Kita
Font ResizerAa
  • Home
  • Sekitar Kita
  • DialeKita
  • Nusantara
  • Akademika
  • Komunitas
  • Generasi
  • Kiat Kita
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inilah Kita
Inilah Kita > Blog > Akademika > Teori Keputusan: Seni Memilih di Tengah Ketidakpastian
Akademika

Teori Keputusan: Seni Memilih di Tengah Ketidakpastian

Redaksi Kita
Redaksi Kita Published 26/06/2026
Share
seni memilih
SHARE

Inilah Kita | Setiap hari, manusia selalu dihadapkan pada pilihan, mulai dari hal sederhana hingga keputusan besar seperti memilih strategi bisnis. Dalam dunia manajemen, proses ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena setiap keputusan membawa konsekuensi bagi individu maupun organisasi. Di sinilah teori keputusan hadir sebagai kerangka berpikir yang membantu manusia, khususnya para manajer, untuk mengambil pilihan terbaik di antara berbagai alternatif yang tersedia, meskipun informasi yang dimiliki tidak pernah benar-benar sempurna. Ketidaksempurnaan informasi inilah yang membuat pengambilan keputusan menjadi sebuah seni tersendiri, yang memadukan logika, data, intuisi, serta keberanian dalam menghadapi risiko.

Contents
Tiga Wajah Informasi dalam Pengambilan KeputusanDua Tipe Keputusan dalam OrganisasiPohon Keputusan sebagai Alat Bantu BerpikirKriteria Tanpa Probabilitas: Maximin, Maximax, dan Minimax RegretKesimpulan

Tiga Wajah Informasi dalam Pengambilan Keputusan

Sebelum membahas lebih jauh mengenai teori keputusan, penting untuk memahami bahwa kualitas dan keakuratan informasi yang diterima oleh pengambil keputusan dapat dibedakan menjadi tiga kondisi. Kondisi kepastian terjadi ketika setiap pilihan tindakan memiliki hasil yang sudah jelas dan tunggal, tanpa unsur keacakan, meski kondisi semacam ini jarang ditemukan dalam praktik nyata dunia bisnis yang penuh dinamika.

Kondisi risiko menggambarkan situasi di mana setiap pilihan keputusan memiliki beberapa kemungkinan hasil, namun besar kemungkinan terjadinya hasil tersebut masih dapat diperkirakan, sehingga pengambil keputusan setidaknya memiliki gambaran mengenai kecenderungan masing-masing hasil.

Adapun kondisi ketidakpastian adalah situasi paling menantang, karena beberapa kemungkinan hasil memang ada, namun tidak ada cara untuk memperkirakan besar kemungkinan masing-masing hasil tersebut akan terjadi, sehingga pengalaman, intuisi, serta keberanian pengambil keputusan benar-benar diuji.

Dua Tipe Keputusan dalam Organisasi

Selain dibedakan berdasarkan tingkat kepastian informasinya, keputusan yang diambil dalam sebuah organisasi juga dapat dikelompokkan menjadi dua tipe besar. Keputusan terprogram adalah keputusan yang diambil melalui prosedur khusus yang sudah baku, biasanya digunakan untuk menangani masalah yang sifatnya rutin dan berulang, sehingga dapat diambil dengan cepat dan konsisten, misalnya pada pengelolaan sistem penggajian karyawan atau proses pemesanan ulang persediaan barang.

Sebaliknya, keputusan tidak terprogram bersifat baru, unik, dan belum memiliki pola penyelesaian yang baku, biasanya muncul ketika organisasi menghadapi situasi yang kompleks dan belum pernah terjadi sebelumnya sehingga membutuhkan analisis yang lebih mendalam, seperti keputusan untuk melakukan diversifikasi produk baru atau membangun fasilitas produksi yang sama sekali baru.

Pohon Keputusan sebagai Alat Bantu Berpikir

Salah satu alat yang paling dikenal dalam teori keputusan adalah pohon keputusan atau decision tree, yaitu model visual untuk menyederhanakan proses pengambilan keputusan yang rasional, bertahap, dan terstruktur. Melalui diagram bercabang ini, seseorang dapat memahami alur logika di balik sebuah keputusan, mulai dari titik keputusan, berbagai alternatif yang tersedia, kondisi alamiah yang mungkin terjadi, hingga konsekuensi akhir dari setiap pilihan.

Alat ini sangat membantu terutama ketika sebuah keputusan merupakan bagian dari rangkaian keputusan yang saling berurutan, di mana keputusan selanjutnya bergantung pada hasil keputusan sebelumnya. Secara umum, digunakan simbol berbentuk kotak untuk melambangkan titik keputusan, tempat seseorang memilih satu di antara beberapa alternatif, dan simbol bulatan untuk melambangkan titik kondisi alamiah yang berada di luar kendali penuh pengambil keputusan.

Manfaat utama pohon keputusan terletak pada kemampuannya memecah proses pengambilan keputusan yang kompleks menjadi tahapan yang lebih sederhana, sekaligus membantu mengeksplorasi data dan menemukan keterkaitan tersembunyi antara berbagai faktor yang memengaruhi sebuah keputusan. Meski demikian, mendesain pohon keputusan yang optimal bukanlah perkara mudah, dan kualitas keputusan yang dihasilkan sangat bergantung pada bagaimana struktur pohon tersebut dirancang sejak awal.

Kriteria Tanpa Probabilitas: Maximin, Maximax, dan Minimax Regret

Tidak semua pengambil keputusan memiliki data yang cukup untuk menentukan peluang suatu kondisi di masa depan. Kriteria maximin bersifat konservatif atau pesimistis karena berusaha memaksimalkan keuntungan minimum yang mungkin diperoleh, sedangkan versi untuk biaya disebut minimax. Sebaliknya, kriteria maximax bersifat optimistis karena memilih alternatif dengan hasil terbaik yang mungkin dicapai, sedangkan versi untuk biaya disebut minimin. Adapun kriteria minimax regret bertujuan meminimalkan penyesalan maksimum, yaitu kerugian akibat tidak memilih alternatif terbaik yang ternyata terjadi. Karena masing-masing kriteria didasarkan pada sudut pandang risiko yang berbeda, ketiganya dapat menghasilkan kesimpulan yang berbeda untuk masalah yang sama. Oleh karena itu, pemilihan kriteria pada akhirnya bergantung pada karakter dan situasi pengambil keputusan.

Kesimpulan

Teori keputusan memberikan kerangka kerja yang memungkinkan manajer mengubah ketidakpastian menjadi perhitungan yang terukur. Melalui visualisasi pohon keputusan, proses pengambilan keputusan yang rumit dapat disederhanakan menjadi rangkaian perhitungan yang sistematis dan logis. Tujuan utamanya adalah membantu manajer mengambil keputusan terbaik yang rasional, meskipun informasi yang tersedia tidak pernah benar-benar sempurna.[]

Penulis: Dewi Rahmawati dan Zerlina Alfiyah (Mahasiswa Universitas Pamulang)

Dosen Pengampu: Chandra Fitra Arifianto, S.Psi., M.M.

TAGGED:seni memilih
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Email
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Mengenal Metode Transportasi dalam Riset Operasi
Next Article Mengambil Keputusan Tanpa Bola Kristal: Cara Manajer Memilih di Tengah Ketidakpastian

Latest News

yulita unpam
Saya Pergi Bukan Karena Menyerah: Ada Risiko di Balik Setiap Pilihan
Akademika
seni pidato
Seni Berpidato: Menyampaikan Pesan agar Didengar dan Diingat
Akademika
media sosial
Risiko Penggunaan Media Sosial bagi Generasi Muda di Era Digital
Akademika
kesenjangan
Kemiskinan dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Penyebab, Dampak, & Solusi
Akademika
HR
Peran Human Resource Business Partner (HRBP) dalam Mengintegrasikan Strategi SDM dan Bisnis
Akademika
media sosial remaja
Menumbuhkan Kepercayaan Diri Remaja di Tengah Arus Perbandingan Sosial di Medsos
Akademika
pembicara
Menjadi Pembicara Profesional melalui Persiapan yang Terencana
Akademika

JASA ARTIKEL SEO

Mau website usaha Anda mudah ditemukan dalam mesin pencari Google? Digital Media Labs melayani jasa penulisan artikel SEO.
Hubungi kami di: 081297176001

Jasa Blogroll & Publikasi

  1. Suara Muslim
  2. Seputar Masjid
  3. Seputar Halal
  4. Seputar Kuliner
  5. Seputar Kesehatan
  6. Promo UKM
  7. Wisata Indonesia
  8. Beasiswa Kampus
  9. Indonesia Sentris
  10. Seputar Rumah
  11. Seputar Keamanan
  12. Kota Surabaya
  13. Info Nasional
  14. Info Perkotaan
  15. Berita Santai
  16. Berita Kamera
  17. Suara Pesantren
  18. Info Market

 

Jasa Publikasi di 150+ Website

Baca Artikel Lain

talenta
Akademika

Turnover Talenta sebagai Tantangan dalam Retensi Talenta

21/09/2026
AkademikaGenerasiKomunitas

Workshop Mini Zine “It’s Okay Not to Be Okay”, Cara Mahasiswa KKN Internasional IUQI Leuwiliang Ajak Siswi Thailand Belajar Menerima Perasaan

12/08/2026
Akademika

Upaya Pencegahan Pinjol dan Judi Online Serta Solusi Bagi Siswa

07/07/2026
Cara Kita Berbicara, Cara Kita Dipahami
Akademika

Cara Kita Berbicara, Cara Kita Dipahami

28/06/2026
Previous Next

Ikon Logo Inilah Kita

Jasa Blogroll & Publikasi Artikel

Promo UKM | Wisata Indonesia | Media Outsourcing | Beasiswa Kampus | Indonesia Sentris | Seputar Rumah | Seputar Keamanan | Kota Surabaya | Info Nasional | Info Perkotaan | Ini Bekasi | Suara Muslim | Seputar Masjid | Seputar Halal | Seputar Kuliner | Suara Pesantren |Kesehatan | Portal Mahasiswa | Kirim Artikel | Info Pasar

Kategori

  • Akademika
  • DialeKita
  • Generasi
  • Kiat Kita
  • Komunitas
  • Nusantara
  • Sekitar Kita

Inilah Kita

  • About
  • Kontak
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media
  • Term & Condition
Seedbacklink

Inilah KitaInilah Kita
©2024 Inilah Kita
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?