By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Inilah KitaInilah KitaInilah Kita
  • Home
  • Sekitar Kita
  • DialeKita
  • Nusantara
  • Akademika
  • Komunitas
  • Generasi
  • Kiat Kita
Reading: Mengambil Keputusan Tanpa Bola Kristal: Cara Manajer Memilih di Tengah Ketidakpastian
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Inilah KitaInilah Kita
Font ResizerAa
  • Home
  • Sekitar Kita
  • DialeKita
  • Nusantara
  • Akademika
  • Komunitas
  • Generasi
  • Kiat Kita
Follow US
  • Advertise
© 2024 Inilah Kita
Inilah Kita > Blog > Akademika > Mengambil Keputusan Tanpa Bola Kristal: Cara Manajer Memilih di Tengah Ketidakpastian
Akademika

Mengambil Keputusan Tanpa Bola Kristal: Cara Manajer Memilih di Tengah Ketidakpastian

Ni Wayan Julia Sanistira Kayla Anjani dan Hania Bunga Syabina (Mahasiswa Universitas Pamulang)

Redaksi Kita
Redaksi Kita Published 26/06/2026
Share
SHARE

Inilah Kita | Bayangkan jika seorang manajer pemasaran yang harus memilih apakah produk baru perusahaannya akan dirilis bulan depan atau tidak. Meskipun penelitian pasar telah dilakukan, mereka tidak dapat memastikan apakah produk tersebut akan diterima oleh pelanggan atau justru akan gagal di pasaran. Situasi seperti ini sering terjadi di dunia bisnis. Ilmu pengambilan keputusan (decision theory) menjadi penting ketika manajer harus membuat keputusan penting tanpa informasi yang cukup.

Setiap keputusan bisnis didasarkan pada salah satu dari tiga wajah informasi: kepastian, risiko, atau ketidakpastian. Dalam situasi kepastian, setiap keputusan yang dibuat dan hasilnya sudah jelas. Ini termasuk menghitung biaya produksi, yang angkanya sudah pasti diketahui sejak awal.Pada situasi risiko, hasil dari keputusan tidak tunggal, tetapi setidaknya kemungkinan-kemungkinan itu sudah dapat diprediksi misalnya, ada kemungkinan 70% produk baru akan diterima pasar dan 30% akan gagal. Kondisi paling sulit adalah ketidakpastian, di mana hasil yang mungkin terjadi memang dapat diprediksi, tetapi tidak ada cara untuk menentukan kemungkinan masing-masing.

Dua kondisi terakhir adalah sumber sebagian besar keputusan strategis perusahaan. Dalam situasi seperti ini, pohon keputusan dan berbagai kriteria pengambilan keputusan menjadi alat yang berharga.

Pohon Keputusan: Memetakan Pilihan secara Visual

Pohon keputusan adalah representasi grafis dari proses pengambilan keputusan yang menampilkan pilihan yang tersedia, kemungkinan kondisi yang akan terjadi, dan hasil atau konsekuensi dari kombinasi dari keduanya. Strukturnya sederhana: ada titik keputusan, di mana manajer memutuskan antara beberapa pilihan, dan titik kemungkinan, di mana kondisi di luar kendali manajer, seperti reaksi pasar atau hasil produksi, dapat terjadi.

Keunggulan pohon keputusan terletak pada kemampuannya untuk menyederhanakan masalah yang rumit menjadi kumpulan pilihan yang lebih mudah dipahami secara bertahap. Setiap cabang pohon mewakili satu pilihan, dan setiap ujung menunjukkan hasil akhirnya. Pohon keputusan membantu manajer melihat masalah secara keseluruhan, bukan hanya sebagian. Ini karena bentuknya yang visual.

Namun, alat ini memiliki keterbatasan. Pohon yang dirancang sangat mempengaruhi kualitas keputusan yang dihasilkan. Hasil analisis juga bias jika alternatif atau kemungkinan yang relevan terlewat saat menyusun pohon. Akibatnya, langkah pertama yang paling penting bukanlah menghitung; sebaliknya, itu memastikan bahwa semua pilihan dan kemungkinan yang mungkin telah dipertimbangkan.

EMV: Mengubah Probabilitas Menjadi Angka Keputusan

Setelah menciptakan pohon keputusan, langkah berikutnya adalah menghitung nilai yang diharapkan dari setiap pilihan yang telah dibuat. Ini adalah tempat konsep Expected MonetaryValue (EMV) bekerja. EMV adalah nilai rata-rata yang diharapkan dari suatu pilihan yang dihitung dengan mengalikan setiap kemungkinan hasil dengan probabilitas terjadinya, lalu menjumlahkan semuanya. Logikanya sederhana: manajer menghitung “rata-rata tertimbang” dari semua hasil yang mungkin, berdasarkan bobot kemungkinan, daripada menebak mana yang akan terjadi.

Sebagai gambaran, anggap sebuah perusahaan sedang menimbang dua pilihan investasi. ProyekA punya peluang sukses 20% dengan keuntungan Rp50 juta, dan peluang gagal 80% denganhasil nol. Proyek B punya peluang sukses 45% dengan keuntungan Rp10 juta, dan peluang gagal55% dengan hasil nol.

EMV Proyek A = (0,20 × Rp50 juta) + (0,80 × Rp0) = Rp10 juta

EMV Proyek B = (0,45 × Rp10 juta) + (0,55 × Rp0) = Rp4,5 juta

Karena besarnya potensi keuntungan saat berhasil mengungguli kemungkinan kecilnya, ProyekA justru menghasilkan nilai harapan yang lebih tinggi meskipun kemungkinan suksesnya jauhlebih kecil. Kekuatan EMV adalah bahwa ia menilai keputusan berdasarkan kombinasi besarhasil dan besar kemungkinan daripada hanya “kemungkinan menang“. Banyak keputusankehidupan nyata, seperti memilih desain produk, jenis mesin produksi, dan strategi bisnis untukmasa depan, dapat dibandingkan dengan logika serupa.

Ketika Probabilitas Tidak Tersedia: Tiga Karakter Pengambil Keputusan

Masalahnya adalah bahwa situasi bisnis tidak selalu menyediakan data potensial yang siap pakai.  Kadang –kadang manajer tidak memiliki informasi yang cukup untuk menilai kemungkinansituasi tertentu akan terjadi. Dalam situasi seperti ini, tiga standar keputusan klasik seringdigunakan, dan masing-masing menunjukkan cara atau pendekatan yang berbeda untuk berpikir.

Kriteria pertama adalah maximin, pendekatan yang konservatif dan cenderung pesimistis. Pengambil keputusan dengan gaya ini akan melihat hasil terburuk dari setiap alternatif, lalumemilih alternatif yang hasil terburuknya paling baik di antara yang lain. Filosofinya bersiapuntuk skenario paling buruk, lalu pilih yang “paling tidak buruk“. Untuk kasus biaya, pendekatanserupa disebut minimax, yaitu memilih alternatif dengan biaya maksimum paling rendah.

Kriteria kedua adalah kebalikannya, yaitu maximax, pendekatan optimistis yang berfokus pada hasil terbaik yang mungkin dicapai. Pengambil keputusan tipe ini melihat hasil terbaik dari setiapalternatif, kemudian memilih alternatif dengan hasil terbaik yang paling menggiurkan, tanpaterlalu mempedulikan risiko kegagalannya. Untuk biaya, pendekatan serupa disebut minimin.

Kriteria ketiga adalah minimax regret, yang berangkat dari sudut pandang berbeda penyesalan. Pendekatan ini berusaha meminimalkan kerugian maksimum yang mungkin dirasakan akibatmemilih alternatif yang ternyata bukan yang terbaik, dibandingkan dengan keputusan yang seharusnya diambil jika kondisi sebenarnya sudah diketahui sejak awal. Dengan kata lain, pengambil keputusan bertanya, “Seandainya saya salah pilih, alternatif mana yang membuatpenyesalan saya paling kecil?”

Yang menarik adalah bahwa ketiga kriteria ini dapat menghasilkan hasil yang berbeda tentangmasalah yang sama. Ini bukan karena satu kriteria salah dan yang lain benar; itu karena masing-masing didasarkan pada perspektif hidup yang berbeda tentang risiko. Seorang wirausahawanyang berani mengambil risiko besar untuk peluang besar mungkin lebih condong ke maximax. Tidak ada jawaban universal karena ada pilihan yang paling sesuai dengan situasi dan keberanianmengambil risiko dari si pengambil keputusan.

Pada akhirnya, teori keputusan baik melalui pohon keputusan, EMV, maupun tiga kriteria di atastidak dimaksudkan untuk meramal masa depan dengan pasti. Alat-alat ini dibuat untukmembantu orang berpikir lebih sistematis dalam situasi di mana pengetahuan mereka terbatas. Pohon keputusan memberikan gambaran lengkap tentang opsi yang tersedia, sedangkan EMV menawarkan cara untuk menghitung nilai harapan ketika mungkin. Selain itu, ketiga kriteriaklasik menawarkan kerangka berpikir dalam situasi di mana probabilitas itu sendiri tidakdiketahui.
Dunia bisnis tidak pernah benar-benar memberikan keyakinan yang lengkap. Ketika manajermemutuskan untuk menggunakan kerangka berpikir yang paling jujur terhadap kondisi yang mereka hadapi, mereka dapat membuat keputusan yang baik, bukan yang sempurna.

 

TAGGED:bisnismanajer
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Email
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article seni memilih Teori Keputusan: Seni Memilih di Tengah Ketidakpastian

Latest News

seni memilih
Teori Keputusan: Seni Memilih di Tengah Ketidakpastian
Akademika
Mengenal Metode Transportasi dalam Riset Operasi
Akademika
manajemen perusahaan
Manajemen Risiko pada Transformasi Digital Perusahaan: Tinjauan Literatur Sistematis
Akademika
Mengenal Jenis Rayap Berbahaya untuk Rumah dan Cara Efektif Membasminya
Sekitar Kita
Di Balik Penolakan Terhadap Koperasi Desa Merah Putih
Akademika
Peran Ekonomi Manajerial dalam Meningkatkan Efisiensi dan Daya Saing Perusahaan
Akademika
pkm unpam
PKM Mahasiswa Unpam Bekali Remaja SMK tentang Literasi Keuangan
Akademika

JASA ARTIKEL SEO

Mau website usaha Anda mudah ditemukan dalam mesin pencari Google? Digital Media Labs melayani jasa penulisan artikel SEO.
Hubungi kami di: 081297176001

Jasa Blogroll & Publikasi

  1. Suara Muslim
  2. Seputar Masjid
  3. Seputar Halal
  4. Seputar Kuliner
  5. Seputar Kesehatan
  6. Promo UKM
  7. Wisata Indonesia
  8. Inilah Kita
  9. Beasiswa Kampus
  10. Indonesia Sentris
  11. Seputar Rumah
  12. Seputar Keamanan
  13. Kota Surabaya
  14. Info Nasional
  15. Info Perkotaan
  16. Berita Santai
  17. Berita Kamera
  18. Suara Pesantren

 

Jasa Publikasi di 150+ Website

Baca Artikel Lain

Akademika

Strategi Manajerial Kunci Bertahan dan Berkembang di Era Kompetisi Internasional

22/06/2026
komunikasi efektif
Akademika

Komunikasi dengan Hati di Era Digital: Kunci Membangun Hubungan yang Harmonis

18/06/2026
pengelolaan sampah
Akademika

Dampak Defisit Fasilitas Pengelolaan Sampah Berkelanjutan terhadap Lingkungan

16/06/2026
inflasi
Akademika

Tahun Politik dan Pangan:Inflasi Mei 2026 Tembus 3,08%

12/06/2026
Previous Next

Ikon Logo Inilah Kita

Jasa Blogroll & Publikasi Artikel

Promo UKM | Wisata Indonesia | Media Outsourcing | Beasiswa Kampus | Indonesia Sentris | Seputar Rumah | Seputar Keamanan | Kota Surabaya | Info Nasional | Info Perkotaan | Ini Bekasi | Suara Muslim | Seputar Masjid | Seputar Halal | Seputar Kuliner | Suara Pesantren |Kesehatan | Portal Mahasiswa | Kirim Artikel

Kategori

  • Akademika
  • DialeKita
  • Generasi
  • Kesehatan
  • Kiat Kita
  • Komunitas
  • Nusantara
  • Sekitar Kita
  • Uncategorized
  • Wisata

Inilah Kita

  • About
  • Kontak
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media
  • Term & Condition
Seedbacklink

Inilah KitaInilah Kita
©2024 Inilah Kita
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?